Overthinking Bisa Berdampak bagi Kesehatan Mental dan Fisik

  • 24 Mei 2026 17:40 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang — Kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan atau overthinking ternyata tidak bisa dianggap sepele. Selain mengganggu hubungan sosial, kondisi ini juga dapat memicu gangguan kesehatan mental hingga fisik apabila terus dibiarkan.

Dilansir dari Alodokter, overthinking merupakan perilaku memikirkan berbagai hal secara berlebihan, mulai dari masalah kecil sehari-hari hingga trauma masa lalu. Banyak orang menganggap kebiasaan ini sebagai bentuk kehati-hatian sebelum mengambil keputusan. Namun, tanpa disadari, overthinking justru dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan.

Salah satu dampak yang paling sering terjadi adalah terganggunya aktivitas sehari-hari. Pikiran yang terus bekerja tanpa henti dapat menguras energi dan menyebabkan tubuh mudah lelah. Bahkan, tidak sedikit orang mengalami insomnia atau terbangun di malam hari akibat rasa cemas yang terus menghantui.

Selain itu, overthinking juga dapat menurunkan performa kerja. Seseorang akan lebih sulit berkonsentrasi, tidak fokus dalam menyelesaikan masalah, hingga kesulitan berkomunikasi dengan orang lain. Kondisi ini membuat pikiran menjadi semakin kalut dan pekerjaan pun terbengkalai.

Dampak lainnya adalah emosi yang menjadi tidak terkontrol. Orang yang terlalu banyak berpikir cenderung mudah marah, panik, merasa tidak aman (insecure), bahkan menarik diri dari lingkungan sosial. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko depresi.

Tak hanya memengaruhi mental, overthinking juga berdampak pada kesehatan fisik. Tekanan emosional berlebih dapat memicu sakit kepala, nyeri dada, jantung berdebar, sesak napas, hingga tekanan darah tinggi. Dalam kasus tertentu, kebiasaan ini bahkan dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit serius seperti stroke, diabetes, dan serangan jantung.

Kebiasaan overthinking juga dapat merusak hubungan sosial. Rasa curiga berlebihan, sulit percaya kepada orang lain, hingga sulit memaafkan kesalahan dapat membuat hubungan menjadi renggang.

Karena itu, penting untuk mulai mengendalikan kebiasaan berpikir berlebihan. Salah satunya dengan memberi batas waktu dalam memikirkan suatu masalah dan segera mengambil keputusan.

Selanjutnya, menulis isi pikiran, melakukan aktivitas menyenangkan seperti olahraga, membaca buku, atau mendengarkan musik juga dapat membantu mengurangi beban pikiran. Jika kondisi overthinking sudah sulit dikendalikan dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, masyarakat disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog agar mendapatkan penanganan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....