Melihat Gaji Orang Bisa Bikin Kamu Nggak Bahagia

  • 08 Apr 2026 13:01 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Di era media sosial, informasi tentang gaji kini semakin terbuka dan mudah ditemukan oleh banyak orang setiap hari. Tanpa disadari, kebiasaan melihat penghasilan orang lain mulai memengaruhi cara seseorang menilai kondisi finansialnya sendiri perlahan.

Konten tentang slip gaji, pencapaian karier, hingga gaya hidup mewah sering muncul dan membentuk standar baru kehidupan. Apa yang awalnya hanya dilihat sekilas, perlahan berubah menjadi patokan tidak tertulis yang terasa harus dicapai oleh banyak orang.

Penelitian dari Stanford University menunjukkan paparan kehidupan orang lain dapat memicu perbandingan sosial yang tidak sehat secara terus menerus. Kondisi ini membuat seseorang merasa tertinggal, meskipun secara nyata kebutuhan hidupnya masih dapat terpenuhi dengan cukup baik.

Sebelumnya yang terasa cukup, perlahan berubah menjadi kurang karena sudut pandang terhadap kebutuhan hidup ikut mengalami perubahan signifikan. Bukan karena kebutuhan bertambah, melainkan karena standar yang digunakan untuk menilai kehidupan ikut berubah tanpa disadari.

Di sisi lain, riset dari Harvard University menyebut kepuasan terhadap penghasilan dipengaruhi lingkungan sosial, bukan hanya jumlah angka semata. Artinya, seseorang bisa merasa kurang meskipun penghasilannya meningkat, jika terus membandingkan diri dengan orang lain setiap waktu.

Akibatnya, banyak orang mulai mengejar target finansial bukan berdasarkan kebutuhan nyata, tetapi dorongan untuk merasa setara dengan lingkungan. Tekanan ini sering kali tidak terlihat, karena muncul dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari tanpa disadari.

Banyak orang akhirnya bekerja lebih keras, namun bukan untuk kebutuhan utama, melainkan untuk memenuhi ekspektasi yang terus berkembang. Hal ini membuat rasa cukup semakin sulit dicapai, karena standar yang digunakan selalu bergerak mengikuti apa yang terlihat.

Tanpa disadari, kebahagiaan sederhana perlahan berubah menjadi perlombaan panjang yang tidak memiliki garis akhir yang jelas. Kondisi ini membuat banyak orang terus merasa kurang, meskipun secara nyata kehidupan mereka sebenarnya sudah berada dalam kondisi stabil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....