Jangan Mengumbar Aib Orang Lain saat Berkunjung Raya, Jaga Lisan di Momen Suci

  • 28 Mar 2026 08:26 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Momentum Hari Raya, khususnya Idul Fitri, merupakan waktu yang penuh dengan kebahagiaan, silaturahim, serta saling memaafkan. Namun, di tengah suasana hangat tersebut, masih ditemukan kebiasaan yang kurang bijak, yaitu mengumbar aib atau kekurangan orang lain dalam percakapan saat berkunjung.

Padahal, dalam ajaran Islam, menjaga aib sesama merupakan bagian dari akhlak mulia yang sangat dianjurkan. Mengungkapkan keburukan orang lain, baik dalam bentuk candaan maupun sindiran, dapat melukai perasaan dan merusak keharmonisan yang seharusnya terjalin di hari yang suci.

Dikutip dari https://muslim.or.id/92187-menjauhi-gibah-menjaga-aib, dalam kajian Psikologi, perilaku mengumbar aib sering kali dipicu oleh keinginan untuk mendapatkan perhatian, merasa lebih unggul, atau sekadar mengikuti arus percakapan tanpa mempertimbangkan dampaknya. Padahal, bagi orang yang menjadi bahan pembicaraan, hal ini bisa menimbulkan rasa malu, tidak nyaman, bahkan trauma.

Lebih jauh, dalam perspektif Sosiologi, kebiasaan tersebut dapat merusak nilai silaturahim. Alih-alih mempererat hubungan, percakapan yang mengandung aib justru berpotensi menimbulkan konflik, kesalahpahaman, hingga renggangnya hubungan kekeluargaan.

Momen berkunjung raya seharusnya dimanfaatkan untuk mempererat tali persaudaraan, berbagi kebahagiaan, serta saling mendoakan kebaikan. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk menjaga lisan dan memilih topik pembicaraan yang positif, seperti mengenang hal-hal baik, berbagi kabar bahagia, atau memberikan motivasi.

Tokoh ulama terkemuka, Imam Al-Ghazali, pernah mengingatkan bahwa menjaga lisan adalah salah satu kunci keselamatan manusia. Ucapan yang baik akan membawa kebaikan, sedangkan ucapan yang buruk dapat menimbulkan penyesalan.

Dengan demikian, menjauhi kebiasaan mengumbar aib saat berkunjung raya bukan hanya bentuk penghormatan kepada orang lain, tetapi juga cerminan kedewasaan dan keimanan. Mari jadikan Hari Raya sebagai momentum untuk memperbaiki diri, menjaga hati dan lisan, serta menciptakan suasana yang penuh kedamaian dan kebahagiaan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....