Siswa SMA Katolik di Kota Tanjungpinang Mengikuti Kegiatan Pembinaan Kerohanian

  • 26 Feb 2026 11:35 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pembinaan iman generasi muda kembali mendapat sorotan serius. Sebanyak 60 siswa-siswi SMA Katolik dari berbagai sekolah di Kota Tanjungpinang mengikuti kegiatan pembinaan kerohanian selama empat hari penuh, Senin hingga Kamis (23–26 Februari 2026), di Aula Gereja Kristus Raja Tanjungpinang.

Kegiatan ini berlangsung bertepatan dengan program pesantren kilat bagi siswa Muslim di waktu yang sama, mencerminkan pendekatan pembinaan spiritual yang berimbang bagi seluruh peserta didik sesuai keyakinan masing-masing. Pembinaan kerohanian dibuka secara resmi oleh Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Antonius Januarius Retutola.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum rekoleksi iman yang krusial bagi remaja Katolik di tengah tantangan zaman modern. Anton juga mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan kesungguhan, menyimak materi secara mendalam, serta menjadikan pengalaman ini sebagai kesempatan mempererat relasi pribadi dengan Tuhan.

“Melalui kegiatan ini, kita diajak menata kembali hidup rohani, memperkuat iman, serta membangun komitmen untuk hidup sebagai pribadi Katolik yang berkarakter dan peduli,” ujar Antonius.

Sebagai pemateri pertama, hadir Romo Dana yang membawakan topik ekoteologi dengan pendekatan yang relevan bagi generasi muda. Ia memperkenalkan isi ensiklik Laudato Si' yang dikeluarkan oleh mendiang Paus Fransiskus, dokumen Gereja Katolik yang menekankan tanggung jawab moral umat manusia terhadap kelestarian bumi.

Dalam paparannya, Romo Dana menegaskan bahwa kesadaran ekologis bukan sekadar isu sosial, melainkan panggilan iman. Romo Dana dalam kesempatan ini mendorong siswa untuk mulai dari langkah konkret: mengurangi sampah plastik, hemat energi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar sebagai bentuk kesaksian iman sehari-hari.

“Merawat bumi adalah bagian dari iman yang hidup. Kita dipanggil menjaga rumah bersama, bukan merusaknya,” tutur Romo Dana.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguatan spiritualitas personal, tetapi juga pada pembentukan karakter sosial peserta didik dengan harapan para siswa Katolik mampu tampil sebagai pribadi yang teguh dalam iman, memiliki kepedulian sosial dan ekologis, serta menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Momentum pembinaan iman yang berjalan paralel dengan pesantren kilat bagi siswa Muslim dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun generasi muda yang religius, toleran, dan berkarakter kuat.

“Di tengah derasnya arus perubahan sosial dan tantangan moral generasi muda, kegiatan semacam ini menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga kedalaman iman dan integritas kepribadian,” ucapnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....