Pembangunan Tidak Ada Artinya, jika Masyarakat Desa Tetap Miskin
- 22 Mei 2026 13:39 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pembangunan sering kali diidentikkan dengan berdirinya gedung megah, jalan yang mulus, hingga pesatnya pertumbuhan ekonomi di perkotaan. Namun, pembangunan sejatinya tidak hanya diukur dari kemajuan fisik semata. Pembangunan akan kehilangan makna apabila masyarakat desa yang menjadi bagian penting dari bangsa ini masih hidup dalam kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, dan minimnya kesempatan ekonomi.
Dikutip dari https://www.ruangguru.com/blog/dampak-perkembangan-kota-untuk-masyarakat-desa, desa memiliki peran besar dalam menopang kehidupan masyarakat Indonesia. Banyak sektor penting seperti pertanian, perikanan, perkebunan, hingga ketahanan pangan nasional bertumpu pada masyarakat desa. Ironisnya, di tengah berbagai proyek pembangunan yang terus berjalan, masih banyak masyarakat desa yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan masyarakat.
Kemiskinan di desa tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan, tetapi juga terbatasnya akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, teknologi, dan lapangan pekerjaan. Sebagian masyarakat desa bahkan masih menghadapi persoalan infrastruktur dasar seperti jalan rusak, akses air bersih, dan jaringan internet yang belum memadai. Akibatnya, peluang untuk berkembang menjadi semakin terbatas.
Pembangunan yang berorientasi pada masyarakat seharusnya mampu menciptakan kesejahteraan yang merata. Pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat perlu memastikan bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di kota-kota besar. Desa juga harus memperoleh perhatian yang sama melalui penguatan ekonomi lokal, pemberdayaan UMKM, pelatihan keterampilan, serta dukungan terhadap sektor pertanian dan perikanan yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat desa.
Selain itu, pembangunan sumber daya manusia menjadi hal yang sangat penting. Pendidikan berkualitas harus dapat diakses oleh seluruh masyarakat desa tanpa terkecuali. Anak-anak desa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Dengan pendidikan dan keterampilan yang memadai, masyarakat desa dapat lebih mandiri dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman yang semakin modern dan digital.
Di era digital saat ini, desa sebenarnya memiliki peluang besar untuk berkembang. Kehadiran media sosial dan platform digital dapat dimanfaatkan untuk memasarkan produk lokal, mempromosikan wisata desa, hingga membuka peluang usaha baru. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut membutuhkan dukungan berupa pelatihan literasi digital dan akses internet yang memadai agar masyarakat desa tidak tertinggal.
Pembangunan juga perlu memperhatikan keberlanjutan dan kearifan lokal masyarakat desa. Potensi budaya, adat istiadat, serta sumber daya alam yang dimiliki desa dapat menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola dengan baik. Wisata berbasis budaya, produk kerajinan lokal, hingga kuliner tradisional dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa sekaligus menjaga identitas daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....