Apel Mengapung Karena Kandungan Udara Alami

  • 04 Feb 2026 14:38 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Penelitian botani menunjukkan sekitar dua puluh lima persen struktur apel terdiri dari rongga udara alami internal. Rongga tersebut membuat apel memiliki massa jenis lebih rendah dibanding air sehingga mudah terapung.

Fenomena ini berkaitan dengan susunan jaringan sel buah yang menyimpan oksigen dan karbon dioksida selama pertumbuhan. Udara terperangkap di antara dinding sel membentuk ruang kecil yang tidak terlihat oleh mata manusia.

Studi University of Leicester Inggris, menjelaskan struktur berpori apel membantu proses respirasi dan penyimpanan gas alami. Ruang udara tersebut juga berperan menjaga tekstur renyah serta kesegaran buah lebih lama setelah dipanen.

Tidak semua buah memiliki kemampuan sama karena kepadatan jaringan setiap spesies sangat berbeda secara biologis. Buah, seperti, semangka atau melon cenderung tenggelam karena kandungan airnya lebih dominan dibanding udara internal.

Percobaan sederhana memasukkan apel ke dalam air sering digunakan guru sains untuk menjelaskan konsep massa jenis. Metode ini membantu pelajar memahami hubungan berat volume dan kepadatan benda melalui contoh buah sehari-hari.

Fenomena apel terapung juga dimanfaatkan dalam tradisi permainan rakyat di berbagai negara sejak lama dahulu. Meski terlihat sederhana fakta ilmiah ini menunjukkan struktur buah menyimpan mekanisme biologis cukup kompleks alami.

Laporan jurnal Food Structure International, menyebut rongga udara apel menjadi faktor penting kualitas tekstur konsumsi manusia. Temuan tersebut memperlihatkan buah harian memiliki rahasia ilmiah menarik yang jarang disadari masyarakat umum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....