Arus Balik Lebaran 2026 di Tanjungpinang Mulai Meningkat

  • 28 Mar 2026 11:52 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 terjadi pada akhir pekan, yakni Sabtu hingga Minggu di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang. Hal ini seiring meningkatnya jumlah penumpang yang kembali ke daerah asal untuk memulai aktivitas, termasuk sekolah dan pekerjaan.

Plt KSOP Kelas II Tanjungpinang, Slamet Sunarto, mengatakan tren arus balik mulai mengalami peningkatan sejak beberapa hari terakhir. Pada pagi hari terlihat jumlah penumpang yang datang maupun berangkat mulai bertambah dibandingkan hari sebelumnya.

”Karena tadi dari pagi juga kita lihat penumpang turun itu sudah banyak, sudah mulai meningkat,” ujar Slamet Sunarto, Sabtu, 28 Maret 2026.

Menurutnya, gelombang pertama arus balik telah terjadi pada 21 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 8.000 orang. Lalu, gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Sabtu dan Minggu, yang menjadi puncak arus balik Lebaran tahun ini.

”Karena harus balik yang pertama itu di tanggal 21 hari Senin sampai dengan 8.000 penumpang,” ucapnya.

Slamet menjelaskan, sistem pemesanan tiket secara daring (online) turut membantu mengurai kepadatan di pelabuhan. Dengan sistem tersebut, penumpang dapat merencanakan perjalanan lebih awal sehingga tidak terjadi penumpukan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah saat ini tidak ada penumpukan yang signifikan, karena masyarakat sudah memesan tiket jauh hari secara online,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihaknya juga telah menyiapkan kapal cadangan dari operator. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kelebihan kapasitas penumpang pada kapal reguler.

Slamet menegaskan, bahwa seluruh kapal tetap beroperasi sesuai kapasitas yang telah ditentukan. Pengawasan dilakukan secara ketat untuk memastikan tidak terjadi kelebihan muatan (over capacity) demi menjaga keselamatan pelayaran.

Selama periode arus mudik dan balik Lebaran, ia memastikan tidak ada kendala maupun kejadian menonjol. Hal ini berkat koordinasi yang baik antara operator, stakeholder, serta instansi terkait dalam pengawasan angkutan Lebaran.

“Karena dari pihak operator, seluruh stakeholder, organisasi yang terkait melakukan pengawasan dan kesiapan dari angkutan lebaran ini,” katanya.

Berdasarkan data perhari pada H+5 Lebaran atau 27 Maret 2026, jumlah penumpang yang tiba tercatat sebanyak 6.005 orang per hari, sementara yang berangkat mencapai 4.836 orang. Secara keseluruhan, total pergerakan penumpang mencapai 9.613 orang, dengan rincian 8.108 penumpang dalam negeri dan 1.505 penumpang luar negeri.

Slamet menambahkan, dibandingkan tahun 2025, terjadi peningkatan jumlah penumpang pada arus mudik dan balik tahun ini, yakni sekitar 7 hingga 10 persen. Ia berharap kondisi arus balik tetap berjalan lancar hingga selesai tanpa kendala berarti.

“Itu kita lihat itu ada peningkatan ya sekitar 7-10% lagi,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....