Arus Balik Lebaran Lancar, BMKG Tanjungpinang Ingatkan Angin Kencang
- 25 Mar 2026 16:46 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang-Bintan memastikan kondisi gelombang laut di wilayah perairan Tanjungpinang dan Bintan masih dalam kategori rendah selama periode arus balik Lebaran 2026. Namun, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kondisi angin yang cukup kencang, Rabu, 25 Maret 2026.
Kepala BMKG Tanjungpinang-Bintan, Ahmad Kosasih, mengatakan, tinggi gelombang di perairan Bintan saat ini berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Kondisi tersebut dinilai masih relatif aman untuk aktivitas pelayaran, khususnya kapal berukuran besar.
”Masih di prediksinya itu rendah, di 0,5 sampai dengan 1,25 meter,” ujar Ahmad Kosasih.
Kosasih menjelaskan, bahwa faktor angin kencang dapat meningkatkan risiko keselamatan di laut. Kecepatan angin yang mencapai di atas 14 knot berpotensi memengaruhi stabilitas pelayaran, terutama bagi kapal berukuran kecil.
”Dengan kecepatan angin di atas di atas sekitar 14 knot itu ya itu lebih agak berisiko,” ucapnya.
Menurutnya, kondisi ini perlu menjadi perhatian khusus bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut antar pulau kecil. Wilayah seperti Pulau Penyengat dan sekitarnya yang banyak dilayani perahu kecil dinilai lebih rentan terhadap dampak angin kencang.
Secara umum BMKG menilai arus balik Lebaran melalui jalur laut di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang masih tergolong aman dan lancar. Hal ini didukung oleh kondisi gelombang yang tetap rendah di seluruh perairan Bintan.
BMKG mengimbau operator transportasi laut dan nelayan tradisional agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Terutama bagi pengguna kapal kecil, disarankan untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut dan menghindari berlayar saat angin kencang.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG melalui berbagai kanal resmi. Informasi yang diperbarui secara berkala diharapkan dapat membantu dalam mengambil keputusan terkait aktivitas di laut.
“Walaupun tinggi gelombangnya masih dalam kategori rendah, hati-hati jika memang anginnya cukup kencang,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....