Didi: Gempa Sangihe Tidak Terkait Gunung Awu
- 12 Jun 2026 18:35 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Tahuna – Pengamat Gunung Api Awu, Didi Bina menegaskan bahwa gempa bumi yang sempat dirasakan masyarakat Kepulauan Sangihe beberapa waktu lalu tidak berhubungan dengan aktivitas vulkanik Gunung Awu.
Saat berbincang dengan Pro 1 RRI Tahuna, Didi menjelaskan bahwa pusat gempa berada di wilayah laut dekat Filipina sehingga tidak memiliki keterkaitan dengan kondisi Gunung Awu yang saat ini berstatus Level III (Siaga).
“Gempa kemarin bukan berasal dari aktivitas Gunung Awu. Lokasinya berada di laut dekat Filipina sehingga tidak ada hubungannya dengan gunung api,” ujarnya, Kamis 11 Juni 2026.
Menurut Didi, munculnya anggapan bahwa gempa tersebut berkaitan dengan Gunung Awu kemungkinan dipengaruhi oleh status gunung yang masih berada pada Level III. Namun hasil pemantauan menunjukkan tidak ada hubungan antara kejadian tersebut dengan aktivitas vulkanik.
Ia menjelaskan, pemantauan Gunung Awu dilakukan secara intensif menggunakan enam stasiun seismik yang dipasang di puncak dan sejumlah titik mengelilingi gunung. Peralatan tersebut beroperasi selama 24 jam setiap hari untuk merekam berbagai jenis getaran yang terjadi.
“Seluruh data dari lapangan dikirim secara langsung ke pos pengamatan untuk dianalisis. Sistem ini terus bekerja selama alat dalam kondisi baik,” ucapnya.
Lebih lanjut, Didi menerangkan bahwa penetapan status gunung api didasarkan pada hasil pengamatan visual dan aktivitas kegempaan. Salah satu indikator utama adalah kemunculan gempa vulkanik yang berkaitan dengan pergerakan magma di dalam tubuh gunung.
“Semakin banyak gempa vulkanik yang terekam, semakin besar indikasi adanya peningkatan aktivitas magma,” ujar Didi.
Ia mengungkapkan bahwa sejak erupsi tahun 2004, status Gunung Awu belum pernah kembali ke Level I atau normal. Gunung tersebut tetap berada pada Level II (Waspada) karena masih memperlihatkan aktivitas berupa hembusan asap dari kawah.
Dalam kondisi normal, jumlah gempa vulkanik pada gunung api umumnya berkisar tiga hingga lima kejadian per hari. Sementara itu, Gunung Awu mencatat lebih dari 10 hingga 20 kejadian setiap harinya.
Ketika status dinaikkan dari Waspada menjadi Siaga, jumlah gempa vulkanik tercatat meningkat signifikan hingga mencapai puluhan kejadian per hari. Data tersebut kemudian dilaporkan kepada pusat sebagai dasar evaluasi dan penetapan status.
Terkait kesiapsiagaan masyarakat, Didi mengimbau warga untuk selalu mengikuti rekomendasi resmi yang dikeluarkan oleh PVMBG serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
“Kami rutin menyampaikan laporan melalui berbagai saluran informasi. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi dan tidak terpancing oleh berita hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan,” ucap Didi.
Ia juga mengingatkan bahwa hingga saat ini tidak ada kenaikan status Gunung Awu di luar informasi resmi yang telah diumumkan pemerintah. Karena itu masyarakat diminta tetap tenang, waspada, dan mengakses informasi dari sumber yang dapat dipercaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....