Iduladha 2026 Jadi Momentum Perkuat Kerukunan di Sulawesi Utara

  • 26 Mei 2026 20:53 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Manado - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Drs. H. Ulyas Taha, mengatakan Iduladha 1447 Hijriah menjadi momentum memperkuat spiritualitas, solidaritas sosial, serta menjaga harmoni antarumat beragama di Sulawesi Utara.

Hal itu disampaikan Ulyas Taha saat menjadi narasumber program siaran “Sulut Bicara” pada Selasa 26 Mei 2026. Menurutnya, perayaan Iduladha bukan sekadar ibadah kurban tetapi juga refleksi ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Iduladha tahun 2026 yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 menjadi sarana mempererat persaudaraan melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.

“Nilai utama Iduladha adalah ketaatan, keikhlasan, pengorbanan, solidaritas sosial, serta kesabaran sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS,” ujarnya.

Ulyas menuturkan, tradisi kurban di Sulawesi Utara tetap bertahan meski masyarakat sedang menghadapi tantangan ekonomi dan efisiensi anggaran. Ia mengapresiasi pemerintah daerah dan masyarakat yang masih menjaga semangat berbagi kepada sesama.

Menurutnya, jumlah hewan kurban bantuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tahun ini memang mengalami penyesuaian dibanding tahun sebelumnya. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi semangat masyarakat dalam melaksanakan ibadah kurban.

“Kesadaran berkurban umat Islam di Sulawesi Utara tergolong tinggi. Banyak masjid tetap mampu menyediakan hewan kurban untuk dibagikan kepada warga sekitar,” ucapnya.

Ia juga menilai budaya gotong royong dan semangat “torang samua basudara” masih terpelihara dengan baik di tengah masyarakat Sulawesi Utara. Tradisi lokal seperti mapalus disebut menjadi simbol kuat solidaritas sosial yang terus dipertahankan hingga kini.

Dalam praktiknya kata Ulyas, kerukunan antarumat beragama terlihat saat perayaan hari besar keagamaan. Pemuda lintas agama saling membantu menjaga keamanan dan mendukung kegiatan keagamaan di daerah masing-masing.

“Ini menjadi potret kehidupan masyarakat Sulawesi Utara yang harmonis dan penuh toleransi,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....