Duduk Terlalu Lama Dapat Meningkatkan Risiko Berbagai Penyakit
- 21 Sep 2026 21:43 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Duduk dalam waktu lama menjadi kebiasaan yang sulit dihindari terutama bagi orang yang bekerja di depan komputer, menggunakan kendaraan, atau menghabiskan banyak waktu dengan perangkat digital. Namun terlalu banyak waktu dalam posisi duduk dan minim bergerak dapat menjadi bagian dari perilaku sedentari yang berisiko bagi kesehatan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan perilaku sedentari merupakan kondisi ketika seseorang menghabiskan waktu dalam keadaan duduk, berbaring, atau bersandar dengan pengeluaran energi yang rendah saat terjaga. WHO mengingatkan bahwa tingginya perilaku sedentari berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan.
| Baca juga: Manfaat Air Rebusan Nanas bagi Kesehatan |
Perilaku sedentari yang tinggi pada orang dewasa dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular diabetes tipe 2 serta kematian akibat berbagai penyebab. Karena itu WHO menganjurkan masyarakat mengurangi waktu sedentari dan menggantinya dengan aktivitas fisik, termasuk aktivitas berintensitas ringan.
Temuan tersebut juga didukung penelitian ilmiah. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan dalam International Journal of Nursing Studies pada 2023 menemukan adanya hubungan antara pola perilaku sedentari dengan peningkatan risiko penyakit tidak menular dan kematian akibat berbagai penyebab.
Risiko tersebut tidak berarti seseorang akan langsung mengalami penyakit hanya karena duduk dalam waktu tertentu. Namun kebiasaan menghabiskan sebagian besar waktu dalam sehari tanpa banyak bergerak dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap masalah kesehatan, terutama apabila tidak diimbangi aktivitas fisik yang cukup.
Untuk mengurangi waktu sedentari, Anda dapat menyelingi aktivitas duduk dengan berdiri atau berjalan singkat. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, melakukan pekerjaan rumah tangga, menggunakan tangga, maupun berolahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan jumlah gerak dalam sehari.
WHO menekankan bahwa setiap aktivitas fisik memiliki manfaat bagi kesehatan. Karena itu masyarakat dianjurkan tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga mengurangi waktu yang dihabiskan tanpa bergerak dalam aktivitas sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....