Kenali Gejala Gangguan Pernapasan akibat Kabut Asap

  • 14 Sep 2026 22:22 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud - Kabut asap dan memburuknya kualitas udara dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan. Masyarakat terutama kelompok rentan perlu mengurangi paparan polusi serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan pernapasan yang semakin berat.

Kementerian Kesehatan menyebut Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan gangguan yang disebabkan oleh infeksi pada saluran pernapasan. Penyakit ini dapat dipicu berbagai mikroorganisme, seperti virus, bakteri, dan jamur, dengan gejala serta tingkat keparahan yang berbeda pada setiap orang.

Keluhan yang umum muncul meliputi batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan dan demam. Pada kondisi tertentu penderita juga dapat mengalami sesak napas sehingga membutuhkan pemeriksaan tenaga kesehatan.

Asap kebakaran mengandung partikel dan polutan yang dapat mengiritasi hidung, tenggorokan, serta saluran pernapasan. Partikel berukuran sangat kecil berpotensi masuk jauh ke dalam paru-paru ketika terhirup. Kondisi tersebut dapat memperburuk gangguan pernapasan, terutama pada orang yang sebelumnya memiliki penyakit paru.

Bayi, anak-anak, ibu hamil dan lanjut usia termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk. Hal serupa berlaku bagi penderita asma, penyakit paru kronis maupun gangguan jantung karena kondisi mereka dapat lebih mudah terdampak pencemaran udara.

Untuk mengurangi risiko masyarakat dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan saat polusi meningkat. Jika harus keluar rumah penggunaan masker dapat membantu mengurangi paparan partikel udara. Kondisi kualitas udara juga sebaiknya diperiksa sebelum melakukan kegiatan di luar.

Apabila muncul sesak napas atau keluhan semakin memburuk, masyarakat disarankan segera mencari pertolongan medis. ISPA tidak selalu berkaitan dengan kabut asap karena penyebabnya beragam, namun kualitas udara yang buruk dapat memperbesar risiko gangguan pada sistem pernapasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....