Hari Udara Bersih Internasional, Dorong Aksi Kurangi Polusi

  • 05 Sep 2026 22:46 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud - Hari Udara Bersih Internasional atau International Day of Clean Air for Blue Skies diperingati setiap 7 September. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kualitas udara sekaligus mendorong aksi bersama dalam mengatasi pencemaran udara.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 7 September sebagai Hari Udara Bersih Internasional melalui resolusi Majelis Umum PBB pada 2019. Peringatan pertama berlangsung pada 7 September 2020 dan menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam menghadapi persoalan pencemaran udara yang tidak mengenal batas wilayah.

Mengutip laman PBB, pencemaran udara merupakan persoalan lingkungan sekaligus tantangan bagi kesehatan masyarakat, ekonomi dan pembangunan. Karena polusi udara dapat bergerak melintasi batas negara, upaya penanganannya membutuhkan kerja sama pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil hingga individu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut pencemaran udara ambien dan pencemaran udara rumah tangga secara bersama-sama berkaitan dengan sekitar tujuh juta kematian dini setiap tahun. Dampaknya antara lain berhubungan dengan penyakit jantung, stroke, penyakit paru obstruktif kronis, kanker paru serta infeksi saluran pernapasan akut.

WHO juga menegaskan bahwa pencemaran udara menjadi salah satu risiko lingkungan terbesar terhadap kesehatan. Partikel halus dan sejumlah polutan lainnya dapat masuk jauh ke dalam tubuh dan meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, sehingga pengendalian kualitas udara menjadi bagian penting dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat.

Selain berdampak terhadap kesehatan, pencemaran udara juga berkaitan erat dengan perubahan iklim. PBB menilai sejumlah sumber pencemaran, seperti pembakaran bahan bakar fosil, turut berkontribusi terhadap persoalan kualitas udara dan perubahan iklim. Karena itu, pengurangan polusi dapat memberikan manfaat sekaligus bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Peringatan Hari Udara Bersih Internasional menjadi pengingat bahwa menjaga kualitas udara bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan, pengelolaan sampah yang baik, pengurangan pembakaran terbuka serta penerapan teknologi rendah emisi menjadi bagian dari berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi pencemaran.

Udara bersih merupakan kebutuhan dasar yang menunjang kehidupan. Melalui kolaborasi dan langkah nyata dari berbagai pihak, upaya menciptakan udara yang lebih bersih diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....