Hari Nyamuk Sedunia, Mengenang Penemuan Penular Malaria

  • 19 Agt 2026 14:12 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud: Hari Nyamuk Sedunia atau World Mosquito Day diperingati setiap 20 Agustus. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman berbagai penyakit yang ditularkan nyamuk, sekaligus mengenang penemuan penting Sir Ronald Ross tentang peran nyamuk dalam penularan malaria.

Dilansir dari National Today, peringatan tersebut berkaitan dengan penelitian Ronald Ross pada 1897. Dokter dan peneliti asal Inggris yang saat itu bertugas di India tersebut berhasil membuktikan bahwa nyamuk berperan dalam penularan malaria. Ia menemukan parasit malaria di dalam tubuh nyamuk yang sebelumnya mengisap darah pasien terinfeksi.

Penemuan itu menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah penelitian malaria. Hasil penelitian Ross membantu membuka jalan bagi pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme penularan penyakit sekaligus pengembangan berbagai strategi pencegahan dan pengendaliannya.

Atas kontribusinya dalam penelitian malaria, Ronald Ross dianugerahi Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada 1902.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan, malaria merupakan penyakit yang disebabkan parasit Plasmodium dan terutama ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Penyakit ini dapat menimbulkan demam, sakit kepala, dan menggigil. Jika tidak segera ditangani, malaria dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

WHO memperkirakan terdapat 282 juta kasus malaria dan 610 ribu kematian akibat penyakit tersebut secara global pada 2024. Kawasan Afrika masih menjadi wilayah dengan beban malaria terbesar, dengan sekitar 94 persen dari seluruh kasus malaria dan 95 persen kematian akibat malaria di dunia pada tahun yang sama. Anak-anak berusia di bawah lima tahun termasuk kelompok yang paling rentan terhadap komplikasi berat akibat malaria.

Selain malaria, nyamuk juga dapat menjadi perantara berbagai penyakit lainnya, termasuk demam berdarah dengue, chikungunya, dan Zika. Karena itu, pengendalian nyamuk menjadi bagian penting dalam upaya melindungi kesehatan masyarakat.

Perkembangan ilmu pengetahuan juga telah membawa kemajuan dalam pencegahan malaria. Saat ini, WHO merekomendasikan dua vaksin malaria, yakni RTS,S/AS01 dan R21/Matrix-M, untuk membantu mencegah malaria yang disebabkan Plasmodium falciparum pada anak-anak yang tinggal di wilayah dengan penularan malaria sedang hingga tinggi.

Kehadiran vaksin menjadi salah satu perkembangan penting dalam upaya pengendalian malaria. Namun, vaksinasi tetap perlu menjadi bagian dari strategi penanggulangan yang lebih luas, bersama langkah pencegahan lainnya, diagnosis dini, dan pengobatan yang tepat.

Hari Nyamuk Sedunia bukan sekadar peringatan untuk mengenang penemuan Ronald Ross. Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa penyakit yang ditularkan nyamuk masih menjadi tantangan kesehatan di berbagai negara.

Masyarakat dapat berperan dalam pencegahan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk. Upaya perlindungan dari gigitan nyamuk juga penting, terutama di wilayah yang memiliki risiko penularan penyakit.

Lebih dari satu abad setelah penemuan Ronald Ross, malaria dan berbagai penyakit yang ditularkan nyamuk masih membutuhkan perhatian dunia. Penguatan pencegahan, penelitian, vaksinasi sesuai rekomendasi kesehatan, serta diagnosis dan pengobatan yang tepat menjadi bagian penting untuk menekan dampak penyakit tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....