Hari Preeklampsia Sedunia, Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Ibu Hamil
- 22 Mei 2026 21:35 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud — Hari Preeklampsia Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Mei untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya preeklampsia, yaitu komplikasi kehamilan yang dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu dan bayi baru lahir di berbagai negara.
Preeklampsia umumnya terjadi setelah usia kehamilan memasuki minggu ke-20. Kondisi tersebut ditandai dengan tekanan darah tinggi dan munculnya protein dalam urin. Jika tidak segera ditangani, preeklampsia dapat memicu komplikasi serius bagi ibu maupun janin.
Data kesehatan global yang dilansir dari National Today menyebutkan bahwa preeklampsia dan gangguan hipertensi terkait kehamilan memengaruhi sekitar 76 ribu ibu serta 500 ribu bayi baru lahir setiap tahunnya di seluruh dunia. Karena itu, deteksi dini dan penanganan cepat dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi.
Pemeriksaan kehamilan secara rutin menjadi langkah utama dalam mendeteksi preeklampsia. Melalui pemeriksaan prenatal, tenaga kesehatan dapat memantau tekanan darah dan kondisi ibu hamil sehingga gejala awal dapat segera diketahui dan ditangani.
Selain berdampak selama masa kehamilan, preeklampsia juga disebut dapat meningkatkan risiko penyakit kronis pada ibu di kemudian hari, seperti penyakit jantung, diabetes tipe dua, hingga gangguan ginjal. Hal tersebut membuat pemantauan kesehatan ibu hamil menjadi sangat penting.
Tenaga kesehatan mengimbau para ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilan, menjaga pola hidup sehat, serta segera berkonsultasi apabila mengalami gejala seperti sakit kepala berat, pembengkakan, gangguan penglihatan, atau tekanan darah tinggi selama kehamilan.
Peringatan Hari Preeklampsia Sedunia diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin guna melindungi kesehatan ibu dan bayi sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....