Hari Vitiligo Sedunia Tingkatkan Kesadaran dan Dukungan Global
- 24 Jun 2026 15:13 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud – Setiap tanggal 25 Juni, masyarakat dunia memperingati Hari Vitiligo Sedunia sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai vitiligo, gangguan kulit yang menyebabkan hilangnya pigmen pada sebagian area tubuh. Peringatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat dukungan bagi penyandang vitiligo serta mengurangi stigma yang masih berkembang di masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dimuat National Today, Hari Vitiligo Sedunia menjadi wadah bagi komunitas global untuk mengedukasi masyarakat mengenai vitiligo, mendukung penelitian medis, serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif bagi para penyandang kondisi tersebut.
Vitiligo merupakan kondisi yang telah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Catatan mengenai gangguan kulit ini ditemukan dalam berbagai naskah kuno, termasuk teks pra-Hindu dan Mesir Kuno sekitar tahun 1550 SM yang menggambarkan kondisi hilangnya pigmen pada kulit. Pada abad pertama Masehi, istilah "vitiligo" digunakan oleh tabib Romawi, Aulus Cornelius Celsus, dalam karyanya yang berjudul De Medicina.
Pemahaman mengenai vitiligo terus berkembang dari waktu ke waktu. National Today mencatat bahwa pada akhir abad ke-19, para dokter mulai mengamati adanya hubungan antara stres emosional dan kambuhnya gejala vitiligo. Pada masa yang sama, para peneliti juga menyadari bahwa pengobatan yang tersedia belum mampu memberikan hasil yang signifikan. Memasuki dekade 1940-an, muncul temuan yang menunjukkan bahwa vitiligo kemungkinan memiliki faktor keturunan karena ditemukan pada beberapa anggota keluarga yang sama.
Hari Vitiligo Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 2011 melalui sebuah acara yang diselenggarakan di Lagos, Nigeria. Tanggal 25 Juni dipilih untuk mengenang Michael Jackson, yang dikenal sebagai salah satu tokoh dunia yang hidup dengan vitiligo dan meninggal dunia pada tanggal tersebut pada tahun 2009.
Seiring berjalannya waktu, gerakan Hari Vitiligo Sedunia terus berkembang dan menjangkau lebih banyak negara. Pada tahun 2013, pusat koordinasi internasional peringatan ini berpindah dari Roma, Italia, ke Detroit, Amerika Serikat. Berbagai kegiatan edukasi, kampanye kesadaran, hingga pemeriksaan kesehatan kulit gratis kemudian digelar di berbagai negara untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai vitiligo.
Dukungan terhadap kampanye ini juga terus meningkat. Pada tahun 2015, lebih dari 500 ribu orang menandatangani petisi yang meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan pengakuan resmi terhadap Hari Vitiligo Sedunia. Sementara itu, pada tahun 2022, kantor pusat internasional peringatan tersebut dipindahkan ke Meksiko sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan kampanye di tingkat global.
Selain meningkatkan pemahaman tentang vitiligo, peringatan ini juga mengajak masyarakat untuk menghargai keberagaman dan membangun rasa percaya diri bagi para penyandang kondisi tersebut. Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan stigma terhadap vitiligo dapat berkurang sehingga para penyandangnya dapat menjalani kehidupan dengan lebih nyaman, setara, dan percaya diri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....