Hari Tumor Otak Sedunia, Momentum Peningkatan Kesadaran Kesehatan
- 07 Jun 2026 20:01 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Hari Tumor Otak Sedunia diperingati setiap tanggal 8 Juni sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran serta edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit tumor otak. Peringatan ini pertama kali digagas pada tahun 2000 oleh Asosiasi Tumor Otak Jerman, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Leipzig.
Dilansir dari National Today, Tumor otak terjadi ketika sel-sel di dalam otak tumbuh secara tidak normal dan membentuk massa yang menekan jaringan di sekitarnya. Karena ruang di dalam tengkorak terbatas, pertumbuhan sel abnormal ini dapat menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu fungsi otak.
Secara historis, meskipun tidak ada deskripsi spesifik mengenai tumor otak dalam teks medis kuno, praktik trepanasi atau pelubangan tengkorak telah dikenal sejak zaman dahulu. Tindakan ini dilakukan untuk mengurangi tekanan di dalam kepala akibat gejala yang tidak dipahami secara medis pada masa itu.
| Baca juga: Telur Goreng Memiliki Manfaat untuk Tubuh |
Sejumlah tokoh medis kuno seperti Hippocrates, Galen, Socrates, dan Celsus pernah mencatat prosedur trepanasi dalam tulisan mereka, meskipun belum mengenal konsep tumor otak secara modern. Pada masa tersebut, kondisi yang kini dipahami sebagai tumor otak sering berujung pada kematian dengan gejala seperti sakit kepala berat, kejang, hingga koma.
Perkembangan besar dalam diagnosis tumor otak terjadi setelah ditemukannya sinar-X pada tahun 1895. Teknologi ini memungkinkan para ahli bedah saraf mulai melokalisasi tumor di dalam otak. Salah satu tokoh yang memanfaatkannya adalah Fedor Krause dari Jerman.
Kemajuan teknologi medis terus berlanjut pada abad ke-20. Pada tahun 1954, diperkenalkan metode non-invasif untuk mendeteksi tumor menggunakan pemindaian nuklir. Beberapa dekade kemudian, Sir Godfrey N. Hounsfield mengembangkan teknologi CT scan yang menjadi terobosan besar dalam dunia medis modern.
Pemindai CT pertama kali digunakan secara klinis pada tahun 1971 di London, Inggris, dan kemudian menyebar ke Amerika Serikat. Teknologi ini terus berkembang hingga hadir CT scan seluruh tubuh pada tahun 1975, yang semakin mempermudah proses diagnosis penyakit dalam.
Selain CT scan, perkembangan penting lainnya adalah teknologi MRI (Magnetic Resonance Imaging). Pada tahun 1971, Raymond V. Damadian melaporkan bahwa resonansi magnetik dapat membedakan jaringan normal dan jaringan tumor. Kemudian pada tahun 1973, Paul C. Lauterbur menghasilkan gambar MRI pertama dari hewan percobaan, sebelum akhirnya berkembang untuk pencitraan manusia.
Penemuan tersebut menjadi tonggak penting dalam dunia medis modern. Paul C. Lauterbur kemudian dianugerahi Hadiah Nobel pada tahun 2003 atas kontribusinya dalam pengembangan teknologi pencitraan MRI yang hingga kini digunakan secara luas dalam diagnosis tumor otak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....