Kenali Gejala Eklamsia Bisa Membahayakan Ibu Hamil

  • 11 Mei 2026 15:16 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, TALAUD - Eklamsia menjadi salah satu kondisi darurat pada kehamilan yang dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi. Gejala utama dari eklamsia adalah terjadinya kejang yang dapat muncul sebelum persalinan, saat proses persalinan, maupun setelah melahirkan.

Dokter menjelaskan bahwa eklamsia selalu diawali dengan preeklamsia, yaitu komplikasi kehamilan yang umumnya mulai muncul setelah usia kehamilan memasuki 20 minggu seperti dikutip dari alodokter.com senin 11 Mei 2026. Preeklamsia ditandai dengan tekanan darah tinggi, yakni di atas 140/90 mmHg, adanya kandungan protein dalam urine, serta dapat disertai pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, terutama tungkai.

Jika tidak segera ditangani, kondisi preeklamsia dapat berkembang menjadi tahap yang lebih serius atau dikenal dengan impending eclampsia. Pada tahap ini, ibu hamil dapat mengalami berbagai keluhan seperti tekanan darah yang semakin tinggi, sakit kepala berat, mual dan muntah, nyeri perut terutama di bagian kanan atas, serta pembengkakan pada tangan dan kaki.

Selain itu, gangguan penglihatan, penurunan frekuensi dan jumlah urine (oliguria), hingga meningkatnya kadar protein dalam urine juga dapat menjadi tanda bahaya yang perlu diwaspadai.

Tenaga medis mengingatkan bahwa bila kondisi ini terus berlanjut tanpa penanganan, ibu hamil berisiko mengalami kejang yang merupakan tanda terjadinya eklamsia. Oleh karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting untuk mendeteksi gangguan sejak dini dan mencegah komplikasi yang lebih berat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....