Risiko Kesehatan akibat Jam Kerja Panjang
- 21 Apr 2026 20:26 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Kementerian Kesehatan menilai waktu istirahat 6–8 jam belum tentu cukup untuk mengimbangi beban kerja hingga 10 jam per hari. Direktur Kesehatan Jiwa Kemenkes, Imran Pambudi, menyebut idealnya durasi istirahat disesuaikan dengan lama dan intensitas pekerjaan.
Ia mengingatkan kerja panjang tanpa asupan nutrisi memadai dapat memicu risiko kesehatan, salah satunya gaya hidup sedentari. Kondisi ini menyebabkan otot melemah serta penumpukan glukosa yang berpotensi meningkatkan risiko diabetes.
Selain itu faktor ergonomi juga perlu diperhatikan. Posisi tubuh yang tidak tepat seperti sering menunduk saat menggunakan komputer dapat memicu nyeri punggung, leher, hingga gangguan tulang belakang.
Dari sisi mental, tekanan kerja berlebihan berisiko menimbulkan kelelahan atau burnout.
Sementara itu Sosiolog Universitas Indonesia Ida Ruwaida menilai lembur telah menjadi fenomena umum di kalangan pekerja formal. Ia menegaskan pekerja berhak memperoleh kompensasi jika jam kerja melebihi ketentuan.
Ia berharap perusahaan dapat menerapkan kebijakan yang adil agar hak dan kesejahteraan pekerja tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....