Orang Tua Jangan Panik Dulu ketika Anak Mimisan

  • 21 Apr 2026 18:20 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID,Talaud - Keluarnya darah dari hidung atau mimisan menjadi salah satu hal yang sering dialami oleh anak-anak. Meski sering tidak membahayakan, mimisan tetap membuat orang tua menjadi khawatir, terlebih jika mimisan ini sering terjadi. Anda perlu tahu apa saja penyebab anak sering mimisan agar dapat mengatasinya.

Menurut laman Johns Hopkins Medicine, anak-anak cenderung lebih sering mengalami mimisan dibandingkan dengan orang dewasa.Hal ini disebabkan karena pembuluh darah yang terdapat di dalam hidung anak-anak lebih rapuh, tipis, dan mudah pecah jika dibandingkan dengan orang dewasa.

Beruntungnya, sebagian besar mimisan yang terjadi pada anak-anak bukanlah sebuah pertanda terjadinya sesuatu atau penyakit serius. Mimisan pada anak juga cenderung lebih mudah untuk dihentikan dan diobati di rumah.

Dikutip dari laman Kids Health, mimisan adalah sebuah kondisi yang terjadi pada saat pembuluh darah kecil yang terdapat di dalam hidung pecah, sehingga menyebabkan keluarnya darah dari lubang hidung.

Mimisan dibagi menjadi dua jenis, yakni anterior dan posterior. Anterior menjadi jenis mimisan yang paling umum terjadi pada anak.

Mimisan anterior ini terjadi karena pecahnya pembuluh darah kecil atau kapiler di dalam hidung. Adapun mimisan posterior cukup jarang terjadi pada anak. Mimisan posterior ini berasal dari bagian paling dalam hidung. Mimisan posterior umum dialami oleh orang tua dengan tekanan darah tinggi, juga yang pernah cedera hidung.

Terdapat berbagai macam penyebab mimisan pada anak, mulai dari pengaruh iklim hingga terjadinya cedera yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Berikut ini penyebab anak sering mimisan yang wajib diketahui oleh orang tua. Dan langkah cepat menghadapi akibat kena mimisan yang wajib di lakukan ( Kids Health ) :

1. Duduk Tegak dan Condong ke Depan : Posisi duduk tegak dan condong ke depan bertujuan mencegah darah mengalir ke tenggorokan, yang bisa memicu mual, muntah, atau tersedak

2. Pencet Hidung : Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk memencet bagian lunak hidung (di bawah tulang hidung).

3. Kompres Dingin : Letakkan kompres dingin atau es yang dibungkus kain di pangkal hidung/area sekitar hidung.
4. Hindari Aktivitas Berat Setelahnya : Setelah perdarahan berhenti, hindari membuang ingus (mengelap hidung terlalu kencang), membungkuk, atau mengangkat beban berat selama beberapa jam untuk mencegah perdarahan ulang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....