Waspadai Kandungan Gula Dan Garam Dalam Camilan Kemasan

  • 11 Feb 2026 07:27 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud -  Camilan kemasan menjadi pilihan praktis bagi banyak masyarakat namun di balik kepraktisannya tersembunyi risiko kesehatan yang kerap luput dari perhatian. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar produk camilan kemasan di pasaran mengandung gula dan garam dalam jumlah tinggi.

Studi yang dilakukan UNICEF di kawasan Asia Tenggara mengungkapkan bahwa sekitar 72 persen camilan kemasan mengandung kadar gula dan natrium yang melampaui batas rekomendasi kesehatan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit tidak menular jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus.

Mengacu pada informasi dari Kementerian Kesehatan RI, gula sering ditambahkan pada camilan manis dan produk olahan untuk memberikan rasa manis instan yang disukai konsumen. Sementara itu garam atau natrium banyak digunakan pada camilan asin tidak hanya untuk memperkuat cita rasa tetapi juga sebagai bahan pengawet guna memperpanjang masa simpan produk.

Dalam satu porsi camilan kemasan kandungan gula dapat mencapai 10 hingga 30 gram. Jumlah ini setara dengan lebih dari setengah batas konsumsi gula harian yang dianjurkan. Adapun pada camilan asin kandungan natrium bisa berada di kisaran 300 hingga 600 miligram per porsi atau sekitar seperempat dari batas asupan natrium harian.

World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar konsumsi gula tidak melebihi 50 gram per hari atau sekitar 10 persen dari total kebutuhan energi harian. Sementara itu asupan garam dianjurkan kurang dari 5 gram per hari untuk orang dewasa. Konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, serta gangguan metabolisme. Sedangkan asupan garam yang tinggi berhubungan erat dengan hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke.

Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk lebih cermat membaca label informasi nilai gizi pada kemasan produk. Label tersebut mencantumkan kandungan gula, natrium, lemak, serta jumlah kalori per takaran saji.

Kesalahan yang sering terjadi adalah kurangnya pemahaman konsumen terhadap ukuran takaran saji yang tertera. Akibatnya asupan gula dan garam yang masuk ke dalam tubuh bisa jauh melebihi batas aman tanpa disadari. Edukasi dan kesadaran konsumen menjadi kunci penting dalam menjaga pola konsumsi yang lebih sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....