Kebakaran Lahan Meluas di Gemeh, Warga Padamkan Api dengan Peralatan Seadanya

  • 05 Okt 2026 19:48 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud - Kebakaran lahan perkebunan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud. Api dilaporkan terus merambat dan hingga kini belum berhasil dipadamkan, menghanguskan sejumlah tanaman perkebunan milik warga di Gemeh hingga Desa Lalue.

Josep Eris warga setempat mengatakan, kebakaran diketahui setelah sejumlah warga melakukan pengecekan menyusul informasi adanya titik api sejak Kamis 1 Oktober 2026 di wilayah Gemeh. Saat dilakukan pengecekan, Minggu 4 Oktober 2026 pagi warga mendapati api sudah meluas hingga ke area perkebunan di wilayah Desa Lalue.

"Awalnya hanya beberapa orang yang pergi mengecek karena ada informasi kebakaran. Setelah dilihat ternyata api sudah berada di area kebun", ujar Josep Eris.

Menurutnya, warga kemudian menghubungi masyarakat di kampung untuk membantu melakukan penanganan. Sejumlah warga berupaya menyelamatkan rumah yang berada di sekitar lokasi kebakaran, sementara api yang sudah membesar sulit dipadamkan karena keterbatasan tenaga dan peralatan.

Warga selanjutnya menemukan titik api lainnya yang ditandai dengan kepulan asap tebal. Di lokasi tersebut, sekitar tiga orang awalnya berusaha memadamkan api, kemudian jumlah warga yang membantu bertambah menjadi sekitar sepuluh orang.

Upaya pemadaman dilakukan menggunakan peralatan seadanya seperti kayu dan daun kelapa. Kondisi diperparah dengan keterbatasan sumber air di lokasi perkebunan.

"Air susah di area tersebut. Saat itu sekitar pukul satu siang, cuaca sangat panas dan angin juga kencang sehingga api cepat sekali merambat," kata Josep.

Kebakaran kemudian meluas dan menghanguskan tanaman di sejumlah lahan perkebunan, termasuk pala, cengkeh dan kelapa yang masih berusia muda.

Josep mengatakan, dirinya bersama warga juga berupaya mencegah api merambat ke lahan perkebunan lainnya. Pemadaman dilakukan menggunakan handsprayer, sementara air harus diangkut dari kampung dengan jarak sekitar tujuh kilometer.

Upaya tersebut bahkan dilakukan selama satu malam hingga satu hari, namun api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan dan masih terus merambat ke sejumlah area perkebunan.

Warga berharap adanya penanganan lebih lanjut dari pihak terkait, mengingat kebakaran telah mengakibatkan kerusakan cukup luas terhadap lahan perkebunan dan tanaman produktif milik masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....