Kelangkaan BBM Membuat Aktivitas Transportasi Laut di Kepulauan Talaud Teganggu

  • 28 Agt 2026 12:25 WIB
  •  Talaud

RRI. CO. ID, Talaud — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan minyak tanah di sejumlah pulau di Kabupaten Kepulauan Talaud mulai berdampak terhadap aktivitas transportasi laut masyarakat.

Sejumlah operator speedboat mengaku kesulitan mendapatkan minyak tanah yang selama ini menjadi salah satu bahan bakar utama untuk mengoperasikan mesin speedboat.

Andre, salah satu operator speedboat di Pulau Kabaruan, mengatakan mendapatkan minyak tanah saat ini sangat sulit. Bahkan, jika tersedia, harganya jauh lebih tinggi dibandingkan harga normal di pangkalan.

"Minyak tanah yang biasanya dijual sekitar Rp6 ribu per liter, kini bisa mencapai Rp8 ribu per liter, " ujar Andre Jumat 28 Agustus 2026


Kondisi serupa juga terjadi di Pulau Salibabu dan Karakelang. Kelangkaan minyak tanah membuat para pemilik dan operator speedboat kesulitan menjalankan aktivitas transportasi laut.

Yosua, salah satu engineer speedboat, mengatakan hampir seluruh pangkalan yang didatangi sudah kehabisan stok BBM. Jika pun tersedia, harganya mencapai sekitar Rp7 ribu per liter dan sulit diperoleh.

Ia menyebut, ketersediaan BBM sangat menentukan operasional speedboat. Jika tidak mendapatkan bahan bakar, maka speedboat terpaksa tidak dapat beroperasi.

Dampak kelangkaan BBM juga mulai dirasakan penumpang. Sejumlah operator speedboat pada rute Mangara–Melonguane mulai menaikkan tarif dari sebelumnya Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per orang.

Sementara itu, kelangkaan BBM di sejumlah wilayah Kepulauan Talaud diduga terjadi akibat keterlambatan kapal pengangkut BBM yang belum dapat tiba di wilayah kepulauan karena terkendala cuaca buruk.

Masyarakat dan operator transportasi laut berharap distribusi BBM segera kembali normal, sehingga aktivitas transportasi dan perekonomian masyarakat antarpulau tidak semakin terganggu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....