BBM Pertalite dan Minyak Tanah Mulai Langka di Sejumlah Pulau di Talaud
- 28 Agt 2026 12:24 WIB
- Talaud
RRI. CO. ID, Talaud - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan minyak tanah mulai mengalami kelangkaan di sejumlah wilayah kepulauan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Kondisi tersebut dirasakan warga di Pulau Kabaruan. Pertalite semakin sulit diperoleh, sementara jika tersedia, harganya mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per liter, dari harga normal sekitar Rp15 ribu per liter.
Parli, salah satu pengemudi kendaraan di Pulau Kabaruan, mengungkapkan kelangkaan Pertalite mulai menyulitkan masyarakat. Menurutnya, warga harus mencari BBM ke sejumlah tempat untuk mendapatkan kebutuhan bahan bakar.
"Pertalite sangat sulit didapatkan. Kalaupun ada, harganya cukup tinggi, sekitar Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per liter. Harga normalnya sekitar Rp15 ribu per liter," ujar Parli Jumat 28 Agustus 2026
Selain Pertalite, minyak tanah yang banyak digunakan masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga, khususnya memasak, juga semakin sulit diperoleh.
Kelangkaan minyak tanah tidak hanya terjadi di Pulau Kabaruan, tetapi juga mulai dirasakan masyarakat di Pulau Salibabu dan Karakelang.
Ardi, salah satu engineer speedboat, mengatakan minyak tanah saat ini sulit diperoleh untuk kebutuhan operasional transportasi laut. Hampir semua pangkalan yang didatangi tidak memiliki stok yang cukup.
"Kalau ada pun jumlahnya hanya dibatasi sekitar lima liter, sementara kebutuhan kami minimal 25 liter," katanya.
Sementara itu, Jamal, salah satu pemilik pangkalan BBM, membenarkan stok minyak tanah mulai menipis bahkan sejumlah SPBU juga mengalami kekosongan.
Menurutnya, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan distribusi BBM yang terganggu akibat cuaca ekstrem. Kapal pengangkut BBM disebut sudah lebih dari satu bulan belum tiba di Talaud.
"Kita tahu sendiri, kapal yang membawa BBM sudah lebih dari satu bulan belum datang karena cuaca ekstrem," ujarnya.
Berbeda dengan minyak tanah, ketersediaan Pertalite di Pulau Karakelang masih relatif mencukupi. Sejumlah pangkalan masih melayani penjualan Pertalite kepada masyarakat.
Namun, untuk minyak tanah, sebagian pangkalan sudah mengalami kekosongan, sementara pangkalan yang masih memiliki stok mulai membatasi jumlah pembelian.
Masyarakat berharap distribusi BBM ke wilayah kepulauan segera kembali normal, sehingga kelangkaan tidak semakin meluas dan kebutuhan masyarakat maupun transportasi laut dapat terpenuhi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....