Petani Asal Bitunuris Ditemukan Meninggal Dunia di Tengah Kebun di Salibabu
- 14 Agt 2026 16:50 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud — Suasana tenang di Desa Dalum, Kecamatan Salibabu, Kabupaten Kepulauan Talaud mendadak gempar pada Kamis malam (13/8/2026). Seorang petani lansia bernama Piterson Mangaro (66), warga Dusun III Desa Bitunuris, ditemukan meninggal dunia di area perkebunan kelapa (Kebun Susu) setelah sempat dikabarkan hilang sejak siang hari.
Peristiwa tragis ini bermula ketika korban berpamitan dari rumahnya sekitar pukul 13.00 WITA dengan membawa bekal makanan serta minuman. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani tersebut bertolak menuju Kebun Susu di Desa Dalum untuk melakukan perawatan tanaman dan memupuk pohon kelapa. Namun, hingga larut malam menjelang, korban tak kunjung kembali ke rumah, yang memicu kecemasan dari pihak keluarga.
Rasa khawatir tersebut membuat adik kandung korban, Dalvin Mangaro, mendatangi rumah anak korban, Lisnawati Mangaro (36), sekitar pukul 19.00 WITA. Tanpa membuang waktu, Lisnawati bersama suaminya, Aril Tatangain, langsung bergegas menuju lokasi perkebunan untuk menyisir keberadaan sang ayah.
Sesampainya di Kebun Susu, kecurigaan keluarga makin menguat setelah menemukan sepeda motor milik korban masih terparkir rapi di dalam kawasan kebun. Saat melakukan pencarian, mereka dikejutkan oleh kobaran api yang membakar beberapa titik vegetasi di area perkebunan tersebut. Lisnawati dan suaminya sempat berupaya keras memadamkan kobaran api sambil terus memanggil nama korban.
Namun, karena keterbatasan alat dan lokasi api yang cukup meluas, upaya pemadaman tak membuahkan hasil maksimal. Setelah satu jam mencari tanpa hasil, keduanya memutuskan kembali ke pemukiman warga untuk meminta bantuan masyarakat serta kerabat.
Pencarian skala besar kemudian dilakukan oleh warga desa pada malam hari. Sekitar pukul 22.10 WITA, rombongan warga bergerak menuju lokasi kejadian. Salah seorang warga, Junaidi Awombo (27), yang berinisiatif menyisir area kebun secara terpisah dari rombongan utama, akhirnya menemukan keberadaan korban sekitar pukul 23.50 WITA.
Korban ditemukan tergeletak kaku dalam posisi terlentang di atas tanah bekas bakaran, berjarak sekitar 40 meter dari lokasi sepeda motornya terparkir. Kondisi tubuh korban mengalami luka bakar di bagian kepala, kedua tangan, serta kaki, dengan pakaian dan celana yang sebagian telah hangus terbakar dan diselimuti abu sisa pembakaran. Sontak, saksi berteriak memanggil warga sekitar untuk bersama-sama mengevakuasi jasad korban.
Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Lirung yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP), mengamankan area, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi.
Kapolres Kepulauan Talaud, AKBP Dwi Yatmoko, S.TP., S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Lirung Iptu George Peter Nender, S.H., M.H., membenarkan insiden tersebut dan memberikan keterangan resmi terkait penanganan kasus ini.
"Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan medis awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik akibat tindak pidana pada tubuh korban. Korban diduga kuat meninggal dunia akibat kelelahan saat berupaya memadamkan kobaran api di kebunnya, yang kemudian diperparah oleh riwayat penyakit asam lambung tinggi, sesak napas, serta tekanan darah tinggi yang diidap korban," jelas Iptu George Peter Nender, S.H., M.H.
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait penanganan jenazah. Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah murni dan secara resmi menolak untuk dilakukan tindakan otopsi yang dituangkan dalam Berita Acara dan Surat Pernyataan Penolakan Otopsi. Jenazah korban kini telah disemayamkan di rumah duka di Desa Bitunuris untuk selanjutnya dimakamkan oleh pihak keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....