Mapalus Tetap Relevan di tengah Perubahan Zaman

  • 23 Jun 2026 10:09 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Manado - Content creator akun Xuki Media, Elton Sukiman mengajak generasi muda untuk terus menjaga dan menerapkan nilai-nilai Mapalus sebagai warisan budaya Minahasa yang mengedepankan kebersamaan, gotong royong, dan saling membantu.

Hal itu disampaikannya saat berbincang dengan Pro 4 RRI Manado. Menurut Elton Mapalus merupakan tradisi kerja sama masyarakat Minahasa yang pada mulanya berkembang dalam kegiatan pertanian, ketika warga saling membantu menggarap lahan secara bergiliran agar pekerjaan selesai lebih cepat.

“Pada dasarnya Mapalus adalah semangat gotong royong. Dengan bekerja bersama, pekerjaan menjadi lebih ringan dan hasilnya lebih efektif,” ujarnya, Kamis, 18 Juni 2026.

Ia menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Mapalus masih relevan diterapkan dalam kehidupan saat ini. Tidak hanya dalam aktivitas sosial tetapi juga melalui musyawarah, kepedulian terhadap sesama, dan kebiasaan saling mendukung di lingkungan masyarakat.

Elton menilai filosofi Si Tou Timou Tumou Tou yang berarti manusia hidup untuk memanusiakan manusia, serta semboyan Torang Samua Basudara, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi inti dari budaya Mapalus.

Menurutnya pewarisan nilai tersebut perlu dimulai dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar. Kegiatan seperti kerja bakti, belajar kelompok, hingga menjaga kebersihan bersama dapat menjadi sarana menanamkan semangat gotong royong kepada anak-anak dan remaja.

Ia mengingatkan bahwa jika nilai kebersamaan mulai ditinggalkan, masyarakat berpotensi menjadi lebih individualistis sehingga hubungan antarsesama menjadi renggang dan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar berkurang.

Untuk menyesuaikan Mapalus dengan perkembangan zaman, Elton mendorong masyarakat membangun komunitas yang positif dan aktif dalam kegiatan sosial. Berbagai aksi seperti membersihkan lingkungan, berbagi kepada sesama, maupun kegiatan kemanusiaan dinilai sebagai bentuk nyata penerapan semangat Mapalus di era modern.

Di sisi lain, ia memandang teknologi dapat menjadi sarana pelestarian budaya apabila dimanfaatkan secara bijak. Melalui media digital dan konten edukatif, masyarakat dapat mengenalkan tradisi Minahasa kepada khalayak yang lebih luas sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga nilai kebersamaan di tengah perubahan zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....