Rawat Tradisi Mapalus, Puri Indah Malsatim Bangun Kebersamaan

  • 29 Mar 2026 14:50 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud – Semangat kekeluargaan dan gotong royong yang menjadi akar budaya Sulawesi Utara, yakni Mapalus, terus terjaga erat di tengah modernitas kota. Hal ini terlihat jelas di Lingkungan VI, Kelurahan Malalayang 1 Timur ( Malsatim) , tepatnya di kompleks Perum Puri Indah Permai II pada Minggu, 29 Maret 2026 sore.

Sejumlah warga tampak bahu-membahu mendirikan bangsal untuk persiapan ibadah syukur baptisan anak kekasih dari Keluarga Momongan - Lumingkewas, warga setempat. Menariknya, aksi ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan wujud nyata sinergitas antara warga lingkungan dan jajaran Pria Kaum Bapa (PKB) KRT 9 Jemaat GMIM Sobat Kristus.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Ketua Lingkungan (Pala) VI, Hendra Rorimpadey. Dengan mengenakan pakaian santai, Hendra tidak hanya memberi instruksi, tetapi turun tangan langsung bersama warga mengangkat tiang dan menyusun rangka bangsal.

Kepada RRI, Hendra mengungkapkan bahwa Mapalus adalah fondasi utama yang menjaga kerukunan antarwarga di wilayahnya.

"Mapalus bukan sekadar membantu tenaga, tapi soal rasa. Di sini, suka maupun duka adalah urusan bersama. Kami ingin budaya ini tidak luntur oleh pagar-pagar rumah beton. Melalui gotong royong seperti ini, komunikasi antar tetangga tetap cair dan harmonis," ujar Hendra di sela-sela kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung hangat ini juga memperlihatkan sisi religius dan sosial yang melekat pada masyarakat Manado. Keterlibatan PKB KRT 9 menunjukkan bahwa organisasi gereja dan perangkat pemerintah lingkungan berjalan beriringan dalam melayani masyarakat.

Hendra menambahkan bahwa tradisi ini juga merupakan bagian dari identitas nasional yang harus dibanggakan.

"Ini adalah warisan leluhur. Ketika ada warga yang membutuhkan, kami hadir tanpa perlu diminta berkali-kali. Itulah esensi dari kebersamaan di Lingkungan VI," pungkasnya dengan semangat.

Hingga menjelang petang, bangsal tersebut berdiri kokoh, menjadi saksi bisu bahwa di tengah hiruk-pikuk kota, nilai kemanusiaan dan semangat bantu-membantu masih menjadi panglima di Bumi Nyiur Melambai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....