Hari Perdamaian Internasional, Meneguhkan Komitmen Dunia tanpa Kekerasan

  • 21 Sep 2026 12:12 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud — Hari Perdamaian Internasional diperingati setiap 21 September sebagai momentum untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap perdamaian, mendorong penyelesaian persoalan tanpa kekerasan, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Peringatan ini mengingatkan bahwa perdamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan lembaga internasional. Setiap orang memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, mulai dari membangun dialog, menghargai perbedaan, hingga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Mengutip National Today, sejarah Hari Perdamaian Internasional bermula pada 1981. Saat itu, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan hari Selasa ketiga pada September sebagai waktu untuk memperingati perdamaian. Penetapan tersebut bertepatan dengan pembukaan sidang tahunan Majelis Umum PBB.

Tujuan peringatan tersebut adalah memperkuat cita-cita perdamaian di seluruh dunia. Namun, dua dekade kemudian, pelaksanaannya mengalami perubahan.

Pada 2001, Majelis Umum PBB menetapkan 21 September sebagai tanggal tetap Hari Perdamaian Internasional. Sejak 2002, tanggal tersebut menjadi momentum untuk mempromosikan dan menjaga perdamaian sekaligus mendorong penghentian kekerasan dan gencatan senjata selama 24 jam di wilayah yang dilanda konflik bersenjata.

Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa perdamaian merupakan sesuatu yang dapat diwujudkan. Dalam perjalanan sejarah, masyarakat di berbagai belahan dunia telah menjalani sebagian besar kehidupannya dalam kondisi damai.

Komitmen terhadap perdamaian juga memiliki landasan dalam Piagam PBB. Negara-negara anggota pada prinsipnya diwajibkan menahan diri dari penggunaan kekerasan terhadap negara lain, dengan pengecualian tertentu, termasuk tindakan membela diri dan penggunaan kekuatan yang mendapat kewenangan dari Dewan Keamanan PBB.

Namun, makna perdamaian tidak berhenti pada hubungan antarnegara maupun konflik bersenjata. Dalam kehidupan sehari-hari, perdamaian dapat dibangun dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, sekolah, tempat kerja, dan komunitas.

Perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan bersama. Karena itu, persoalan yang muncul dapat dihadapi melalui komunikasi terbuka, kesediaan mendengarkan, dan sikap saling menghormati. Menolak kekerasan serta tidak memperbesar perbedaan juga menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan.

Hari Perdamaian Internasional menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk merefleksikan kembali bagaimana perdamaian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana. Menghormati orang lain, membantu mereka yang membutuhkan, menghindari kekerasan, serta membuka ruang dialog merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan siapa saja.

Perdamaian dengan demikian bukan sekadar tema yang diperingati setiap 21 September. Nilai tersebut perlu hadir dalam perilaku sehari-hari dan dimulai dari lingkungan paling dekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....