Hari Demokrasi Internasional Jadi Momentum Rawat Demokrasi
- 14 Sep 2026 22:12 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud — Hari Demokrasi Internasional diperingati setiap 15 September. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya demokrasi, kebebasan, kesetaraan, serta partisipasi masyarakat dalam menentukan arah kehidupan bersama.
Dilansir dari National Today, peringatan ini menjadi kesempatan untuk mengapresiasi masyarakat demokratis sekaligus merefleksikan perjalanan demokrasi di berbagai negara. Momentum tersebut juga mendorong upaya untuk memajukan dan melindungi institusi demokrasi.
Hari Demokrasi Internasional ditetapkan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi 62/7 pada 8 November 2007. PBB menetapkan 15 September sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya demokrasi serta mendorong negara-negara anggota memperkuat dan mengonsolidasikan sistem demokrasi.
Dalam upaya mendukung masyarakat demokratis, PBB menjalankan berbagai peran, termasuk membantu pemantauan pemilihan umum, memperkuat institusi demokrasi dan akuntabilitas, serta mendukung negara-negara yang sedang memulihkan diri dari konflik dalam membangun institusi kenegaraan dan konstitusi.
Menurut National Today, gagasan demokrasi memiliki akar sejarah panjang yang dapat ditelusuri hingga Yunani kuno. Seiring perkembangan zaman, demokrasi terus berkembang dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pengambilan keputusan.
Partisipasi warga menjadi salah satu fondasi utama demokrasi. Setiap orang perlu memiliki kesempatan yang setara untuk menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan tanpa diskriminasi. Karena itu, inklusi dan kesetaraan menjadi unsur penting dalam kehidupan demokratis.
Dalam demokrasi perwakilan, masyarakat memberikan mandat kepada wakil yang dipilih melalui pemilihan umum. Namun, partisipasi demokratis tidak berhenti pada penggunaan hak suara. Masyarakat juga dapat berperan melalui penyampaian aspirasi, keterlibatan dalam kehidupan sosial, serta pengawasan terhadap kebijakan dan jalannya pemerintahan.
Di tengah perkembangan teknologi informasi, ruang partisipasi publik semakin terbuka. Masyarakat dapat menyampaikan pendapat dan memperoleh informasi dengan lebih cepat. Namun, kebebasan tersebut perlu disertai tanggung jawab, terutama dalam menyikapi informasi di media sosial.
Kemampuan memilah informasi menjadi penting agar ruang publik tidak dipenuhi berita palsu, provokasi, maupun ujaran yang dapat memperuncing perbedaan. Kebebasan berpendapat perlu berjalan bersama penghormatan terhadap hak orang lain dan aturan yang berlaku.
Peringatan Hari Demokrasi Internasional 2026 menjadi pengingat bahwa demokrasi bukan sekadar pemilihan umum. Demokrasi juga menyangkut kebebasan, kesetaraan, partisipasi, akuntabilitas, serta penghormatan terhadap hak setiap warga negara.
Menjaga demokrasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan lembaga negara. Masyarakat juga memiliki peran melalui sikap kritis, aktif berpartisipasi, menghargai perbedaan, dan menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....