Hari Literasi Internasional, Dorong Akses Belajar untuk Semua

  • 06 Sep 2026 22:11 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud - Hari Literasi Internasional diperingati setiap 8 September sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dunia terhadap pentingnya kemampuan membaca dan menulis, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat.

Menurut National Today, gagasan mengenai Hari Literasi Internasional bermula dari Konferensi Dunia Menteri Pendidikan tentang Pemberantasan Buta Aksara di Teheran pada 1965. Setahun kemudian, UNESCO menetapkan 8 September sebagai Hari Literasi Internasional, dengan peringatan pertama digelar pada 1967.

Literasi tidak lagi dipandang sebatas kemampuan membaca dan menulis. Di tengah perkembangan teknologi, kemampuan literasi juga mencakup kecakapan memahami informasi, menggunakan teknologi secara bijak, serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat.

UNESCO menegaskan, literasi merupakan hak dasar sekaligus fondasi bagi seseorang untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, kebebasan, dan kesempatan yang lebih luas. Literasi juga berperan dalam memperluas peluang kehidupan dan mendukung partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Meski berbagai kemajuan telah dicapai, persoalan literasi masih menjadi tantangan global. UNESCO mencatat sedikitnya 739 juta pemuda dan orang dewasa di dunia masih belum memiliki kemampuan literasi dasar pada 2024. Pada saat yang sama, sekitar empat dari sepuluh anak belum mencapai tingkat kemampuan membaca minimum.

Tantangan literasi semakin kompleks di era digital. Perkembangan teknologi membuka peluang pembelajaran yang lebih luas, tetapi masih terdapat kesenjangan dalam akses terhadap perangkat, konektivitas, energi, serta kemampuan menggunakan teknologi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, komunitas, hingga masyarakat.

Hari Literasi Internasional juga menjadi bagian penting dari upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya tujuan keempat yang menekankan pendidikan berkualitas, inklusif, serta kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.

Pada 2026, Hari Literasi Internasional memasuki peringatan ke-60. UNESCO mengusung tema “Literacy for People, Planet and Prosperity” atau “Literasi untuk Manusia, Planet, dan Kemakmuran”. Tema tersebut menyoroti peran literasi dalam mendorong inklusi, mendukung masa depan berkelanjutan, serta memperluas kesempatan penghidupan dan pembangunan ekonomi.

Perayaan global Hari Literasi Internasional 2026 digelar pada 8 dan 9 September di Chiapas, Meksiko, bekerja sama dengan Pemerintah Meksiko. Agenda tersebut juga mencakup pemberian UNESCO International Literacy Prizes untuk mengapresiasi berbagai program literasi unggulan dari berbagai negara.

Momentum Hari Literasi Internasional menjadi pengingat bahwa kemampuan literasi bukan hanya bekal untuk mengikuti pendidikan formal. Literasi merupakan kemampuan dasar yang membantu masyarakat memahami dunia, menyaring informasi, mengembangkan keterampilan, dan mengambil bagian dalam pembangunan.

Karena itu, memperkuat budaya membaca, menyediakan ruang belajar yang mudah diakses, serta meningkatkan kemampuan literasi digital menjadi langkah penting untuk memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....