Mutiara Pagi Kristen : Pentingnya Menjaga Hati sebagai Pondasi Kehidupan
- 06 Sep 2026 16:01 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Umat Tuhan diajak untuk memiliki pondasi kehidupan yang kuat, terutama dengan menjaga hati agar tetap berkenan kepada Tuhan. Hati menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia karena dari hati terpancar kehidupan.
Pesan tersebut disampaikan Pdt. Ivan Kurniawan, S.Th dalam program Mutiara Pagi Kristen yang disiarkan melalui Pro 1 RRI Talaud, Minggu 6 September 2026.
Dalam renungannya, Pdt. Kurniawan mengangkat kisah Yosua yang mendapat tanggung jawab besar untuk melanjutkan kepemimpinan setelah Musa. Menurutnya, Yosua tidak hanya dihadapkan pada tugas menggantikan seorang pemimpin besar, tetapi juga membutuhkan pondasi iman yang kuat dalam menjalankan panggilan Tuhan.
“Yosua disuruh memegang pondasi. Pondasi hidup yang terbaik yaitu apa? Hati. Karena kita tahu, Yosua ini bukan menggantikan sosok yang biasa,” ungkap Pdt. Ivan Kurniawan.
Ia menjelaskan, Musa merupakan seorang nabi yang tidak hanya menyampaikan kehendak Tuhan, tetapi juga membawa bangsa Israel untuk mengalami karya dan tuntunan Tuhan dalam perjalanan hidup mereka.
Karena itu, ketika Yosua dipanggil untuk melanjutkan tugas kepemimpinan, Tuhan memberikan pesan penting kepadanya, yakni untuk tetap kuat dan meneguhkan hati.
“Hanya kuatkan dan teguhkanlah hatimu,” katanya.
Pdt. Kurniawan mengatakan, penekanan Tuhan terhadap hati memiliki makna yang mendalam. Salah satunya karena dari hati akan terpancar kehidupan. Oleh sebab itu, Tuhan menghendaki agar Yosua mampu menjaga hatinya dengan baik.
Menurutnya, hati yang dijaga dengan benar akan menjadi tempat bagi benih kehidupan yang Tuhan tanam untuk terus bertumbuh dan menghasilkan hal-hal yang baik.
| Baca juga: Mutiara Pagi Kristen : Jadilah Kuat |
“Tuhan rindu Yosua menjaga hatinya. Makanya Yosua harus menjaga hati dengan baik agar benih kehidupan yang Tuhan taruhkan dan Tuhan telah berikan itu akan terus berkembang dan terus terpancar,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa hati manusia harus senantiasa tertuju kepada Tuhan. Sebab, ketika seseorang mulai banyak membantah kehendak Tuhan, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa hatinya mulai condong kepada hal-hal lain.
“Jika hati kita banyak membantah-Nya, ini menunjukkan hati kita sudah condong kepada hal lain,” tegasnya.
Melalui perenungan tersebut, umat Tuhan diharapkan tidak hanya membangun kehidupan dengan kekuatan dan kemampuan pribadi, tetapi juga memberi perhatian terhadap kondisi hati. Sebab hati yang tetap tertuju kepada Tuhan akan menjadi pondasi yang kuat untuk menghadapi setiap tanggung jawab dan tantangan kehidupan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....