Mutiara Pagi Kristen: Membangun Indonesia dalam Kasih
- 17 Agt 2026 07:09 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud – Mutiara Pagi Kristen RRI Talaud, Senin 17 Agustus 2026, bersama Pdt. Yustinje T. Dirangga, S.PAK., M.Teol., mengangkat tema “Membangun Indonesia dalam Kasih”, berdasarkan Efesus 4:3.
Dalam renungannya, Pdt. Dirangga mengajak umat untuk mensyukuri kemerdekaan Republik Indonesia yang telah memasuki usia ke-81 tahun. Menurutnya, 81 tahun bukanlah waktu yang singkat, karena perjalanan bangsa Indonesia diwarnai sejarah panjang, perjuangan, pengorbanan, air mata, darah, dan doa.
Ia menegaskan, kemerdekaan yang dinikmati saat ini bukanlah sesuatu yang datang begitu saja. Kemerdekaan diperoleh melalui pengorbanan para pejuang yang rela memberikan dirinya demi masa depan generasi penerus.
Karena itu, menurut Pdt. Dirangga, memperingati kemerdekaan tidak hanya sebatas mengikuti upacara bendera, menyanyikan lagu kebangsaan, maupun mengikuti berbagai perlombaan. Lebih dari itu, momentum kemerdekaan harus mendorong setiap warga negara untuk bertanya tentang apa yang dapat dilakukan untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik.
Sebagai orang percaya, umat Kristen memiliki panggilan untuk mengambil bagian dalam pembangunan bangsa dengan menghadirkan kasih, damai, kejujuran, persatuan, serta sikap saling menghargai.
Pdt. Dirangga menjelaskan, pesan dalam Efesus 4:3 sangat relevan dengan kehidupan bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman suku, bahasa, budaya, dan latar belakang.
“Bangsa yang besar terdiri dari berbagai suku, bahasa dan budaya daerah dan latar belakang. Kita berbeda, tetapi kita dipanggil untuk hidup dalam persatuan,” ujarnya.
Ia menambahkan, persatuan tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi harus terus diusahakan, dijaga, dan diperjuangkan oleh setiap warga negara.
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika, menurutnya, menjadi pengingat bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan yang harus dirawat dalam bingkai persatuan.
Sebagai orang Kristen, umat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan tersebut. Perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan bersama, namun perbedaan tidak boleh membuat seseorang kehilangan kasih.
Pdt. Yustinje mengajak seluruh umat untuk menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai kesempatan untuk terus membangun bangsa melalui kehidupan yang mencerminkan kasih Kristus.
Dengan kasih, persatuan dan penghargaan terhadap perbedaan, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia yang semakin damai, kuat, dan lebih baik bagi generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....