Mutiara Pagi Kristen: Membangun Kesatuan Sebagai Tubuh Kristus
- 09 Agt 2026 19:00 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud, – Mutiara Pagi Kristen Pro 1 RRI Talaud, Minggu 9 Agustus2026 pagi, bersama Pdt. Ivan Kurniawan, S.Th., mengajak umat Kristen untuk membangun kesatuan yang utuh sebagai tubuh Kristus, dengan tetap menempatkan kemuliaan Tuhan sebagai tujuan utama dalam setiap kehidupan dan perjuangan.
Dalam renungannya berdasarkan Pembacaan Alkitab dari Kejadian 11:6, Pdt. Ivan menjelaskan bahwa Firman Tuhan berbicara tentang pentingnya kesatuan. Kisah pembangunan Menara Babel menunjukkan bagaimana manusia dapat bersatu dan melakukan hal-hal besar, namun kesatuan tersebut menjadi persoalan ketika tidak bertujuan untuk memuliakan Tuhan.
Menurut Pendeta Kurniawan, Tuhan membubarkan kesatuan manusia pada masa itu bukan semata-mata karena mereka mampu bekerja bersama, tetapi karena tujuan yang hendak dicapai tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
| Baca juga: Mutiara Pagi: Dua Jalan Kehidupan |
“Orang-orang yang bersama dengan dia boleh membuat menara yang besar, namun masalahnya menara itu tidak membangun kemuliaan Tuhan,” ujarnya.
Iapun menekankan, kesatuan menjadi hal penting yang harus diwujudkan umat percaya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai tubuh Kristus, setiap orang dipanggil untuk memiliki kesadaran hidup bersama, saling membangun, dan menghadirkan kebaikan serta pertumbuhan.
Pendeta Kurniawan juga mengaitkan pesan kesatuan tersebut dengan momentum bulan Agustus sebagai bulan nasionalisme dan kebangsaan. Semangat satu bangsa dan satu bahasa menjadi pengingat bagi masyarakat untuk kembali melihat peran dan tanggung jawab masing-masing dalam membangun bangsa dan negara.
Menurutnya, setiap orang memiliki misi yang Tuhan taruhkan dalam kehidupannya. Karena itu, kesempatan, waktu, perjuangan, maupun berbagai keadaan yang diizinkan Tuhan perlu dijalani dengan kesadaran dan tanggung jawab, bukan sekadar sebagai rutinitas.
“Kita perlu membangun suatu rasa seperti yang Tuhan mau, agar engkau dan saya mampu memahami kesempatan, waktu, perjuangan atau apapun makna yang Tuhan sedang izinkan kita jalani, sehingga semua itu akan memiliki suatu nilai,” katanya.
Lebih lanjut, Pendeta Kurniawan mengatakan, untuk mencapai suatu kesatuan diperlukan kesadaran. Manusia pada dasarnya cenderung sulit untuk bersatu ketika kepentingan pribadi lebih diutamakan.
Ia memberikan contoh kisah Adam dan Hawa yang harus keluar dari Taman Eden setelah jatuh ke dalam dosa. Ketidakharmonisan mulai terlihat ketika keduanya saling menunjuk dan melemparkan kesalahan.
Karena itu, umat percaya diajak untuk tidak membangun kehidupan dengan saling menyalahkan, melainkan menumbuhkan kesadaran untuk hidup dalam kasih, kebersamaan, dan tanggung jawab.
Pdt. Ivan Kurniawan berharap, kesatuan yang dibangun umat Tuhan tidak hanya menjadi kesatuan secara lahiriah, tetapi memiliki tujuan yang benar, yakni menghadirkan kebaikan, memberikan pertumbuhan, serta memuliakan Tuhan.
Pesan tersebut menjadi relevan dalam kehidupan bergereja maupun bermasyarakat, terlebih di bulan Agustus yang mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya persatuan dan perjuangan bersama dalam membangun bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....