Hari Alice in Wonderland, Mengenang Kisah Fantasi Lewis Carroll

  • 04 Jul 2026 12:54 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud – Setiap tanggal 4 Juli, dunia memperingati Hari Alice in Wonderland sebagai bentuk penghormatan terhadap salah satu karya sastra fantasi paling berpengaruh sepanjang sejarah. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang kisah petualangan Alice yang telah menginspirasi jutaan pembaca lintas generasi sejak pertama kali diterbitkan pada abad ke-19.

Mengutip National Today, Hari Alice in Wonderland dirayakan dengan berbagai cara, mulai dari membaca kembali novel klasik tersebut, menggelar pesta bertema Mad Hatter's Tea Party, hingga mengenakan kostum karakter favorit dari Negeri Ajaib. Beragam kegiatan itu menjadi wujud apresiasi terhadap karya Lewis Carroll yang hingga kini masih digemari di berbagai negara.

Lewis Carroll, yang memiliki nama asli Charles Lutwidge Dodgson, lahir di Cheshire, Inggris. Selain dikenal sebagai penulis, ia juga merupakan seorang matematikawan dan akademisi di Universitas Oxford. Kecintaannya terhadap dunia sastra telah tumbuh sejak usia muda. Ia mulai menulis puisi dan cerita yang kemudian diterbitkan di sejumlah majalah, sehingga namanya perlahan dikenal di kalangan pembaca.

Menurut National Today, lahirnya kisah Alice's Adventures in Wonderland berawal dari persahabatan Carroll dengan keluarga Henry Liddell, Dekan Christ Church, Oxford. Dalam berbagai kesempatan, Carroll kerap mengajak ketiga putri keluarga tersebut, Alice, Lorina, dan Edith Liddell, menyusuri Sungai Thames dengan perahu sambil menceritakan kisah-kisah imajinatif.

Dalam salah satu perjalanan itulah Carroll mengisahkan petualangan seorang gadis bernama Alice yang mengikuti seekor kelinci putih hingga memasuki dunia penuh keajaiban. Cerita tersebut begitu disukai oleh Alice Liddell dan saudara-saudaranya sehingga mereka selalu meminta Carroll untuk melanjutkannya pada perjalanan-perjalanan berikutnya.

Atas dorongan tersebut, Carroll kemudian menyusun cerita itu menjadi sebuah naskah. Pada 1864, ia menghadiahkannya kepada Alice Liddell sebagai hadiah Natal. Setahun kemudian, novel Alice's Adventures in Wonderland resmi diterbitkan dan segera mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Carroll pun terus menyempurnakan ceritanya dengan menghadirkan berbagai tokoh ikonik, seperti Mad Hatter, Cheshire Cat, White Rabbit, Queen of Hearts, serta karakter-karakter lain yang masih dikenal hingga sekarang.

Popularitas novel tersebut terus bertahan selama lebih dari satu setengah abad. Kisah Alice telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan diadaptasi ke dalam film, serial televisi, pertunjukan teater, animasi, hingga berbagai karya seni. Perpaduan unsur fantasi, petualangan, humor, logika, dan permainan bahasa membuat novel ini tetap relevan serta diminati oleh pembaca dari berbagai kalangan dan usia.

Hari Alice in Wonderland tidak hanya menjadi perayaan bagi para pencinta sastra, tetapi juga pengingat akan kekuatan imajinasi dalam melahirkan sebuah karya yang mampu melintasi zaman. Lebih dari 150 tahun setelah diterbitkan, kisah ciptaan Lewis Carroll masih terus menginspirasi dunia dan membuktikan bahwa cerita yang lahir dari kreativitas dapat menjadi warisan budaya yang bertahan dari generasi ke generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....