Fakta Menarik Pemilik Rambut Merah di Dunia
- 26 Mei 2026 17:44 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Hari Rambut Merah Sedunia diperingati setiap tahun pada 26 Mei. Peringatan ini menjadi momen untuk merayakan keberadaan orang-orang yang memiliki rambut merah alami, yang jumlahnya tergolong langka di dunia.
Dilansir dari National Today, secara global pemilik rambut merah alami diperkirakan kurang dari dua persen dari total populasi dunia. Warna rambut tersebut lebih banyak ditemukan pada masyarakat keturunan Eropa Utara, dengan persentase sekitar dua hingga enam persen. Rambut merah muncul karena tingginya pigmen pheomelanin dan rendahnya pigmen eumelanin pada tubuh seseorang.
Orang dengan rambut merah memiliki beragam variasi warna, mulai dari merah tembaga, merah kecoklatan, merah-oranye, hingga pirang stroberi. Rambut merah juga sering dikaitkan dengan warna kulit cerah, bintik-bintik pada wajah, serta sensitivitas lebih tinggi terhadap sinar ultraviolet.
Catatan sejarah menunjukkan, keberadaan orang berambut merah telah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Dalam sejumlah peradaban Asia kuno sejak milenium kedua sebelum masehi, terdapat kisah mengenai masyarakat yang memiliki rambut merah maupun merah kecoklatan. Literatur Yunani kuno juga mencatat beberapa kelompok masyarakat dengan ciri mata biru dan rambut merah.
Namun, sepanjang sejarah, rambut merah tidak selalu dipandang positif. Di sejumlah masa, terutama di Eropa pada abad ke-16 dan ke-17, wanita berambut merah sering dikaitkan dengan praktik sihir dan dicap sebagai penyihir. Rambut merah juga kerap diasosiasikan dengan karakter pemarah maupun sosok misterius karena warnanya yang dianggap tidak umum.
Meski pernah mengalami diskriminasi, pandangan terhadap pemilik rambut merah kini semakin berubah. Berbagai festival rambut merah digelar di sejumlah negara, mulai dari Belanda hingga Israel. Perayaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap keunikan dan keberagaman penampilan manusia.
Selain itu, terdapat pula komunitas dan media khusus bagi pemilik rambut merah, salah satunya majalah “MC1R”, yang diambil dari nama gen pengatur pigmen rambut merah pada manusia. Kehadiran komunitas tersebut menjadi wadah bagi para pemilik rambut merah untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkuat rasa percaya diri atas keunikan yang dimiliki.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....