Renungan Katolik: Hidup untuk Cita-cita Surgawi

  • 03 Jun 2026 13:17 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Manado: Bacaan Injil hari ini, Rabu 03 Juni 2026 adalah Markus 12:18-27. Pada ayat 26-27 berkata "Tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.”

Dalam renungannya yang berjudul "Hidup Untuk Cita-cita Surgawi", Pastor Revi Tanod, Pr mengatakan bahwa Orang Saduki tidak percaya akan kebangkitan orang mati. Karena itu mereka datang kepada Yesus dan mengajukan sebuah kasus mengenai seorang perempuan yang kawin dengan 7 pria, kakak beradik. Satu per satu mereka meninggal dan akhirnya wanita itu juga meninggal. Bila ada kebangkitan orang mati, siapa nantinya yang berhak menjadi suaminya? Apa yang akan terjadi bila seorang istri bersuamikan 7 suami sekaligus?

Untunglah bukan kepada kita pertanyaan ini diajukan. Mau menjawab bagaimana pertanyaan rumit seperti ini. Syukurlah Yesus datang dari surga dan memberi gambaran bagaimana kehidupan di surga._

Inilah jawaban Yesus, “Apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga."

Yesus telah bangkit mengalahkan kematian dan menjadikan kematian sebagai pintu untuk masuk ke dalam kebahagiaan surgawi bagi orang yang percaya padaNya.

Allah kita bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Allah menghendaki kita hidup bersamaNya di surga. Namun hidup surgawi bukan lagi dijalani dengan hubungan badani pria wanita melainkan hidup semata dalam kemuliaan surgawi dan persekutuan dengan Allah Tritunggal serta semua putra putri Allah.

Keyakinan iman inilah yang memberanikan St Karolus Lwanga dan teman-temannya, orang-orang Kristiani Uganda untuk menghadapi kematian sebagai martir. Mereka dibunuh oleh penguasa Uganda waktu itu (1886) karena tidak mau menyangkal Yesus.

Kini mereka hidup dalam kemuliaan surgawi.

Mari kita rindukan hidup surgawi yang dijanjikan Yesus dan dengan segenap hati kita persiapkan, agar apapun yang kita lakukan di dunia ini, dan semua jalan hidup yang kita pilih, entah kawin atau selibat, mendapatkan maknanya yang terdalam yakni untuk persiapan kita hidup selamanya bersama Bapa di surga. Tetaplah dalam ikatan cinta yang erat dan setia, baik kepada Tuhan maupun sesama. Jalan ke surga adalah jalan cintakasih.

Allah kita hidup, di hadapanNya kita berdiri teguh dalam iman, harap dan kasih kita, kata Pastor Revi menutup renungannya hari ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....