Sejarah Penggunaan Amplop dari Masa Kuno hingga Kini

  • 26 Mei 2026 17:44 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud - Amplop menjadi salah satu benda yang tidak terpisahkan dari aktivitas surat-menyurat. Meski komunikasi digital semakin berkembang, penggunaan amplop masih bertahan untuk berbagai kebutuhan resmi maupun pribadi. Keberadaan amplop ternyata memiliki sejarah panjang yang berkembang seiring kemajuan sistem komunikasi manusia.

Encyclopaedia Britannica mencatat, pada masa awal peradaban manusia belum mengenal amplop berbahan kertas seperti sekarang. Pesan atau dokumen penting biasanya ditulis di atas papirus, kulit hewan, maupun tanah liat, kemudian dilipat atau digulung untuk menjaga kerahasiaannya. Bangsa Babilonia bahkan diketahui menggunakan lapisan tanah liat untuk menutup dokumen penting sekitar 2000 Sebelum Masehi (SM).

Penggunaan amplop berbahan kertas mulai dikenal di Tiongkok kuno. Pada masa Dinasti Ming, masyarakat menggunakan amplop untuk menyimpan hadiah uang yang diberikan dalam acara tertentu. Tradisi tersebut kemudian berkembang menjadi bagian dari budaya masyarakat Asia yang masih dikenal hingga saat ini.

Melansir The Postal Museum, perkembangan amplop modern mulai terlihat pada abad ke-19 di Eropa, ketika layanan pos berkembang pesat. Kebutuhan masyarakat terhadap pengiriman surat yang aman dan praktis mendorong inovasi dalam pembuatan amplop. Pada tahun 1845, Edwin Hill dan Warren De La Rue dari Inggris menciptakan mesin pembuat amplop pertama yang memungkinkan produksi dilakukan secara massal.

Seiring berkembangnya industri percetakan dan kertas, amplop hadir dalam berbagai ukuran dan desain. Tidak hanya digunakan untuk surat pribadi, amplop juga mulai dimanfaatkan untuk dokumen resmi, undangan, hingga kebutuhan bisnis. Selain melindungi isi surat, amplop dinilai mampu menjaga kerahasiaan dokumen yang dikirimkan.

Di tengah perkembangan teknologi komunikasi digital, penggunaan amplop memang tidak sebanyak dahulu. Namun, amplop masih tetap digunakan dalam berbagai kegiatan administrasi, pendidikan, hingga acara formal. Bahkan di beberapa negara, amplop tetap menjadi bagian penting dalam tradisi budaya dan sosial masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....