Yustinje Dirangga : Kasih Kristus Melampaui Perbedaan
- 20 Mei 2026 08:35 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Dalam siaran rohani “Mutiara Pagi” di Pro 1 RRI Talaud, Yustinje Dirangga mengajak masyarakat untuk membangun kasih dan menjaga kerukunan di tengah berbagai perbedaan yang ada dalam kehidupan sosial.
Dalam renungannya, Yustinje mengatakan bahwa dunia saat ini penuh dengan berbagai perbedaan baik agama, suku, maupun latar belakang kehidupan. Namun menurutnya, perbedaan seharusnya tidak menjadi tembok pemisah antarmanusia.
“Sebagai orang percaya, kita dipanggil bukan untuk membangun tembok pemisah melainkan membangun kasih,” ujarnya, Rabu 20 Mei 2026.
Ia menegaskan bahwa ajaran Yesus Kristus mengajarkan kasih kepada sesama tanpa dibatasi identitas tertentu. Nilai manusia di mata Tuhan bukan ditentukan oleh asal-usul, agama, ataupun suku, tetapi karena setiap manusia diciptakan menurut gambar Allah.
“Setiap manusia memiliki nilai dan martabat yang harus dihormati. Ketika kita memahami hal ini, kita akan belajar melihat orang lain bukan pertama-tama dari perbedaannya, tetapi dari kemanusiaannya,” ucapnya.
Dalam penyampaiannya, Yustinje juga mengangkat kisah “Orang Samaria yang Murah Hati” dalam Injil Lukas 10:25–37. Ia menjelaskan bahwa kisah tersebut menunjukkan bagaimana kasih sejati diwujudkan melalui tindakan nyata.
Menurutnya, imam dan orang Lewi yang melewati korban perampokan tidak memberikan pertolongan sementara orang Samaria yang pada masa itu memiliki hubungan buruk dengan orang Yahudi justru hadir menolong korban tanpa memandang perbedaan.
“Perbedaan dikalahkan oleh belas kasih. Orang Samaria berhenti, merawat korban, membawanya ke penginapan, bahkan mengeluarkan biaya untuk menolong,” ujar Yustinje.
Yustinje menambahkan bahwa kasih sejati tidak hanya terlihat dari perkataan ataupun penampilan rohani, melainkan dari tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengajak umat Kristen untuk menjadi pembawa damai di lingkungan keluarga, tempat kerja, masyarakat, hingga media sosial.
“Kita tidak perlu kehilangan iman untuk menghormati orang lain. Tetap teguh percaya kepada Kristus, tetapi memiliki hati yang penuh kasih kepada semua orang,” ucap Yustinje.
Dalam penutup renungannya Yustinje mengingatkan pentingnya membangun kerja sama dengan semua pihak di tengah kehidupan bermasyarakat terutama saat menghadapi persoalan sosial seperti bencana, kemiskinan, dan penderitaan.
“Kita boleh berbeda iman, tetapi kita satu dalam kemanusiaan,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....