Refleksi Kenaikan Yesus Kristus: Gereja dipanggil Menjadi Saksi di Terang
- 14 Mei 2026 08:37 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud– Umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk di wilayah pelayanan Gereja Masehi Injili di Talaud (GERMITA), memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus ke Surga pada Kamis, 14 Mei 2026.
Peristiwa ini bukan sekadar rutinitas liturgis, melainkan bagian integral dari karya keselamatan Allah yang menyempurnakan kemenangan Kristus atas dosa dan maut.
Dalam refleksi teologisnya yang berdasar pada Kitab Kisah Para Rasul 1:1-11, Pendeta Arnold A. Abbas selaku Ketua Umum GERMITA dan Ketua I BPH GPI menegaskan bahwa kenaikan Yesus merupakan proklamasi ketuhanan-Nya atas seluruh alam semesta dan sejarah manusia.
Di tengah dinamika zaman yang berubah cepat, yang ditandai dengan disrupsi digital, krisis moral, hingga konflik sosial, peristiwa kenaikan ini menjadi pengingat bahwa Kristus adalah Raja yang tetap memegang kendali. Ibarat seorang nakhoda di kepulauan Nusa Utara yang tetap teguh memegang kemudi di tengah ombak besar, demikian pula Kristus memandu hidup orang percaya melampaui berbagai krisis global.

Kenaikan-Nya ke surga tidak berarti Dia meninggalkan dunia, melainkan justru membuka jalan bagi pencurahan kuasa Roh Kudus yang memampukan gereja untuk bergerak bukan dengan kekuatan organisasi semata, melainkan dengan kekuatan spiritual yang hidup.
Relevansi peristiwa ini sangat kuat bagi gereja modern yang sering kali terjebak pada aktivitas media sosial namun kehilangan kedalaman doa. Gereja diingatkan untuk lebih mengandalkan tuntunan Roh Kudus daripada sekadar mengejar popularitas atau kecanggihan teknologi.
Para pelayan Tuhan, orang tua, hingga generasi muda Kristen dipanggil untuk menghidupkan spiritualitas dalam keseharian, menggunakan teknologi sebagai sarana kesaksian, dan hadir sebagai pembawa terang di tengah kegelapan dunia digital.
Tugas utama gereja pasca-kenaikan adalah menjadi saksi Kristus yang berani, mulai dari lingkungan terkecil dalam keluarga hingga menjangkau mereka yang berbeda keyakinan di seluruh ujung bumi. Menjadi saksi berarti mencerminkan karakter Kristus di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, hingga politik. Harapan ini diperkuat dengan janji bahwa Yesus yang naik ke surga akan datang kembali sebagai Raja dan Hakim, sebuah kepastian yang memberikan penghiburan sekaligus peringatan bagi umat untuk tetap hidup berjaga-jaga.
Sebagai penutup refleksinya, Pendeta Arnold Abbas menggambarkan posisi gereja seperti anak burung rajawali yang didorong induknya untuk belajar terbang. Kenaikan Yesus adalah momen di mana gereja didorong untuk bertumbuh dalam iman dan kemandirian bersaksi, namun tetap berada di bawah pengawasan serta penyertaan Tuhan yang sempurna. Melalui momentum ini, seluruh warga gereja diajak untuk tidak takut menghadapi perubahan zaman dan tetap setia menjalankan tugas pelayanan hingga akhir zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....