6 Mei, Hari tanpa Diet Internasional dan Pesan Kesehatan Tubuh
- 05 Mei 2026 11:41 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Setiap tanggal 6 Mei diperingati sebagai Hari Tanpa Diet Internasional atau International No Diet Day. Momentum ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan tubuh dan pola makan. Kampanye ini juga menyoroti dampak negatif standar tubuh yang tidak realistis, yang selama ini kerap memicu gangguan makan, rendah diri, hingga tekanan sosial, khususnya bagi perempuan.
National Today mencatat, Hari Tanpa Diet Internasional pertama kali digagas oleh seorang feminis asal Inggris, Mary Evans Young, pada tahun 1992. Ia tergerak setelah mengalami sendiri tekanan akibat standar kecantikan dan gangguan makan. Melalui gerakan bertajuk “Tinggalkan Diet Itu”, ia mengajak masyarakat untuk menerima tubuh apa adanya serta menghindari praktik diet ekstrem yang berisiko bagi kesehatan.
Dilansir dari Britannica, sejarah diet sendiri telah berkembang sejak abad ke-18, ketika dokter Inggris George Cheyne memperkenalkan pola makan berbasis sayur dan susu untuk menurunkan berat badan. Metode tersebut kemudian dipublikasikan dalam tulisannya mengenai kesehatan dan umur panjang, yang menjadi salah satu rujukan awal praktik diet modern.
History of Dieting menjelaskan, tren diet semakin berkembang pada abad ke-19, salah satunya melalui metode yang diperkenalkan oleh William Banting. Pola makan yang dikenal dengan sebutan “Banting” ini menekankan konsumsi daging, sayuran hijau, serta pengurangan asupan tertentu. Diet tersebut bahkan menjadi salah satu metode populer dan banyak diikuti masyarakat pada masanya.
Memasuki abad ke-20, konsep diet semakin dikenal luas melalui buku karya Lulu Hunt Peters berjudul Diet and Health: With Key to the Calories. Buku ini memperkenalkan sistem penghitungan kalori yang hingga kini masih menjadi dasar berbagai program diet. Sejak saat itu, berbagai metode diet terus bermunculan dengan fokus pada pengurangan kalori, lemak, atau karbohidrat.
Di era modern, budaya diet semakin diperkuat oleh pengaruh media dan industri kecantikan. Berbagai iklan dan konten digital kerap menampilkan standar tubuh ideal yang sulit dicapai secara alami. Hal ini mendorong sebagian masyarakat untuk melakukan diet ketat tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan fisik maupun mental.
Melalui peringatan Hari Tanpa Diet Internasional, masyarakat diajak untuk lebih menghargai keberagaman bentuk tubuh serta mengutamakan kesehatan dibandingkan penampilan semata. Simbol pita biru muda digunakan sebagai lambang dukungan terhadap gerakan ini. Selain itu, peringatan ini juga menjadi momen refleksi agar masyarakat lebih bijak dalam menyikapi tren diet dan tekanan sosial terkait citra tubuh.
Meski demikian, makna Hari Tanpa Diet Internasional dapat berbeda-beda bagi setiap individu. Bagi sebagian orang, hari ini menjadi bentuk perlawanan terhadap budaya diet yang tidak sehat, sementara bagi yang lain, menjadi pengingat untuk menjaga keseimbangan pola makan dan gaya hidup. Yang terpenting, peringatan ini menegaskan bahwa kesehatan tidak selalu ditentukan oleh ukuran tubuh, melainkan oleh pola hidup yang seimbang dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....