Hari Buku Anak Internasional, Dorong Minat Baca sejak Dini
- 02 Apr 2026 14:58 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud – Hari Buku Anak Internasional diperingati setiap tanggal 2 April sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya membaca sejak usia dini. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa kebiasaan membaca memiliki peran besar dalam membentuk pola pikir, imajinasi, serta masa depan anak-anak.
Membaca telah lama menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan. Buku tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga sarana bagi anak untuk berimajinasi dan memahami berbagai cerita dalam bahasa yang mudah mereka cerna. Selain itu, buku juga dapat menjadi pelarian positif dari situasi sehari-hari, sekaligus membuka wawasan baru bagi anak-anak.
Menurut National Today, Hari Buku Anak Internasional pertama kali diperingati pada 2 April 1967, bertepatan dengan hari kelahiran Hans Christian Andersen. Ia dikenal luas melalui karya-karya dongengnya seperti “Si Bebek Jelek”, “Putri Duyung Kecil”, dan “Thumbelina” yang hingga kini masih digemari anak-anak di seluruh dunia.
Dongeng-dongeng tersebut umumnya terinspirasi dari cerita rakyat Eropa yang menghadirkan berbagai karakter imajinatif seperti peri, kurcaci, raksasa, hingga hewan yang dapat berbicara. Cerita-cerita ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung nilai-nilai kehidupan yang dapat membantu perkembangan emosional dan sosial anak.
Dalam menumbuhkan minat baca, peran guru dan orang tua sangat penting. Guru berperan dalam mengajarkan kemampuan membaca dan memahami isi bacaan, sementara orang tua berkontribusi dalam membangun kebiasaan membaca sejak dini di rumah. Sekolah pun turut mendukung dengan menyediakan bahan bacaan yang sesuai agar anak-anak dapat belajar secara aktif.
Peringatan Hari Buku Anak Internasional diselenggarakan oleh International Board on Books for Young People. Setiap tahunnya, berbagai kegiatan seperti lomba menulis, penghargaan buku, hingga pertemuan dengan penulis anak digelar untuk mendorong minat baca. Selain itu, negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah akan menentukan tema serta menghadirkan pesan khusus bagi anak-anak di seluruh dunia.
Melalui peringatan ini, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya peran buku dalam kehidupan anak, sekaligus mendorong budaya literasi yang lebih kuat di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....