"Parachute Friends", Teman yang Hadir saat Berkepentingan
- 23 Jun 2026 12:59 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Pernah menerima pesan dari seorang teman yang tiba-tiba muncul setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tidak berkomunikasi, tetapi langsung meminta bantuan? Jika pola tersebut terus berulang, bisa jadi Anda sedang berhadapan dengan "parachute friends", yaitu teman yang hanya "mendarat" ketika membutuhkan sesuatu, lalu kembali menghilang setelah keinginannya terpenuhi.
Ragini Jha, anggota British Association for Counselling and Psychotherapy (BACP) sekaligus Kepala Konselor dan Peneliti Ilmu Perilaku di Cardamom Counselling, mengungkap sejumlah ciri yang dapat membantu mengenali parachute friend. Ia juga membagikan langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila seseorang berada dalam hubungan pertemanan yang tidak sehat tersebut.
Menurut Jha, seseorang memang bisa saja sibuk karena pekerjaan, keluarga, atau masalah pribadi. Namun, jika komunikasi hanya terjadi ketika mereka membutuhkan bantuan, sementara tidak pernah hadir dalam kehidupan Anda di waktu lain, pola tersebut patut diperhatikan.
Menurut Ragini Jha, terdapat sejumlah tanda yang dapat menunjukkan bahwa seseorang dalam lingkaran pertemanan Anda termasuk parachute friend, yaitu teman yang hanya hadir ketika membutuhkan sesuatu. Dikutip dari Huffington Post, Jumat (19/6/2026), berikut beberapa ciri yang perlu dikenali:
Mereka biasanya baru menghubungi Anda ketika sedang menghadapi masalah atau membutuhkan bantuan. Sebaliknya, mereka hampir tidak pernah menghubungi hanya untuk berbagi kabar baik atau sekadar menanyakan keadaan Anda.
Hubungan yang terjalin terasa tidak seimbang. Saat bertemu, mereka mungkin membalas kehangatan yang Anda berikan, tetapi jarang mengambil inisiatif untuk memulai komunikasi atau menjaga kedekatan.
Mereka tampak menjadi pendengar yang baik ketika Anda bercerita. Namun, pada kesempatan berikutnya mereka tidak pernah mengingat atau menanyakan kembali hal-hal yang pernah Anda sampaikan, seolah cerita tersebut tidak pernah mereka dengarkan.
Mereka cenderung memilih-milih pertemanan berdasarkan status sosial. Janji dengan Anda mudah dibatalkan, tetapi mereka selalu meluangkan waktu untuk orang-orang yang dianggap memiliki pengaruh atau posisi lebih tinggi.
Percakapan biasanya berakhir begitu kebutuhan mereka telah terpenuhi. Setelah memperoleh bantuan atau solusi yang diinginkan, komunikasi kembali terputus hingga mereka membutuhkan sesuatu lagi.
Mereka sering kali hanya hadir ketika Anda sedang menghadapi masalah atau konflik. Namun, saat keadaan kembali membaik, mereka perlahan menghilang. Kondisi ini menunjukkan bahwa mereka lebih tertarik pada situasi yang penuh drama dibanding membangun hubungan pertemanan yang sehat dan berkelanjutan.
Meski demikian, Jha mengingatkan agar seseorang tidak langsung menyimpulkan temannya bersifat egois. Ada kalanya seseorang sedang menghadapi tekanan pekerjaan, kehilangan anggota keluarga, memiliki bayi yang baru lahir, atau masalah kesehatan mental sehingga komunikasi menjadi berkurang. Karena itu, penting melihat pola hubungan dalam jangka panjang sebelum mengambil kesimpulan.
Komunikasi Menjadi Langkah Awal
Apabila hubungan mulai terasa melelahkan, Jha menyarankan untuk berbicara secara terbuka mengenai harapan dalam pertemanan.
Ia mendorong setiap orang bertanya pada dirinya sendiri terlebih dahulu, "Apa yang membuat saya merasa dihargai dalam sebuah pertemanan?" Setelah itu, sampaikan kebutuhan tersebut kepada teman secara jujur.
"Bagaimana agar kita bisa lebih konsisten saling hadir dalam kehidupan masing-masing?" menjadi salah satu contoh percakapan yang disarankan Jha.
Jika setelah diajak berdiskusi teman tetap mengabaikan perasaan Anda, menganggap masalah tersebut tidak penting, atau tidak menunjukkan keinginan memperbaiki hubungan, Jha menilai hal itu dapat menjadi pertanda bahwa hubungan tersebut memang tidak lagi sehat.
Mengakhiri pertemanan memang bukan keputusan mudah. Namun, menjaga hubungan yang terus-menerus menguras energi juga dapat berdampak pada kesehatan mental.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....