Sulit Membuat Keputusan? Coba Tips Psikoterapis Ini

  • 30 Mar 2026 08:45 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Membuat keputusan sering kali terasa melelahkan. Mulai dari pilihan sederhana sehari-hari hingga keputusan besar dalam karier atau kehidupan pribadi, banyak orang mengalami keraguan, overthinking, bahkan takut membuat pilihan yang salah. Kondisi ini semakin umum terjadi di tengah banjir informasi dan tuntutan hidup modern.

Psikoterapis sekaligus penulis, Niro Feliciano, dalam wawancaranya di program televisi TODAY (27/03/26), membagikan sejumlah strategi praktis untuk membantu seseorang menjadi pengambil keputusan yang lebih percaya diri. Menariknya, pendekatan yang ia tawarkan tidak rumit, melainkan berfokus pada kejelasan berpikir dan kesadaran diri.

Mengapa Banyak Orang Sulit Membuat Keputusan?

Menurut Feliciano, manusia secara psikologis cenderung menghindari risiko. Dia juga menekankan bahwa tujuan utama bukanlah membuat keputusan yang sempurna, melainkan membuat keputusan yang cukup baik berdasarkan informasi yang tersedia saat ini. Menurut Feliciano, keraguan sering muncul bukan karena seseorang tidak mampu memilih, tetapi karena terlalu banyak mempertimbangkan kemungkinan hasil di masa depan. Otak cenderung mencari kepastian absolut, padahal dalam kenyataannya hampir tidak ada keputusan yang sepenuhnya bebas risiko. Akibatnya, seseorang terjebak dalam analisis berlebihan (analysis paralysis), yaitu kondisi ketika terlalu banyak berpikir justru menghambat tindakan.

1. Tetapkan Prioritas dengan Jelas

Langkah pertama untuk membuat keputusan yang lebih percaya diri adalah memahami apa yang benar-benar penting bagi diri sendiri. Feliciano menekankan bahwa banyak kebingungan muncul karena seseorang mencoba memenuhi terlalu banyak kepentingan sekaligus. Menentukan prioritas membantu mempersempit pilihan. Ketika nilai utama sudah jelas—misalnya kesehatan, stabilitas finansial, atau keseimbangan hidup—keputusan menjadi lebih mudah dievaluasi.

Pertanyaan sederhana yang dapat membantu antara lain:

  1. Apa tujuan utama saya saat ini?

  2. Pilihan mana yang paling selaras dengan nilai pribadi saya?

2. Pertimbangkan Biaya dan Manfaat Secara Rasional

Feliciano menyarankan pendekatan klasik namun efektif: menimbang keuntungan dan konsekuensi dari setiap pilihan. Proses ini membantu menggeser keputusan dari reaksi emosional menuju pertimbangan yang lebih objektif.

Menuliskan pro dan kontra secara konkret dapat mengurangi kecemasan, memperjelas risiko, serta membantu melihat gambaran besar. Pendekatan ini juga melatih kemampuan berpikir kritis sehingga keputusan terasa lebih terkendali.

3. Bicarakan dengan Orang yang Dipercaya

Salah satu tips yang sering diabaikan adalah berdiskusi dengan orang lain. Menurut Feliciano, berbicara dengan seseorang yang dipercaya bukan berarti meminta mereka menentukan pilihan, melainkan membantu kita mendengar pikiran sendiri dengan lebih jelas. Percakapan dapat berfungsi sebagai “cermin psikologis” yang membantu menguji perspektif, mengurangi bias pribadi, serta meningkatkan rasa yakin terhadap keputusan yang diambil. Namun, penting memilih orang yang mampu mendengarkan secara objektif, bukan yang justru menambah tekanan.

Kepercayaan Diri Datang Setelah Bertindak

Pesan utama yang ditekankan Feliciano adalah bahwa kepercayaan diri dalam mengambil keputusan bukan muncul sebelum memilih, tetapi justru berkembang setelah seseorang berani mengambil langkah.

Tidak semua keputusan akan sempurna, tetapi setiap keputusan memberikan pengalaman yang memperkuat kemampuan menilai situasi di masa depan. Menjadi pengambil keputusan yang percaya diri bukan tentang selalu memilih dengan benar, melainkan tentang memiliki proses berpikir yang sehat. Dengan menetapkan prioritas, menimbang biaya dan manfaat, serta berdiskusi dengan orang terpercaya, seseorang dapat mengurangi keraguan dan mengambil keputusan dengan lebih tenang.

Pada akhirnya, keputusan terbaik bukanlah yang bebas risiko, tetapi yang selaras dengan nilai dan kebutuhan diri sendiri. Karena dalam kehidupan nyata, kemajuan sering dimulai dari keberanian untuk memilih.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....