11 Statistik Menarik Fase Grup Piala Dunia 2026
- 29 Jun 2026 09:20 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Fase grup Piala Dunia 2026 telah berakhir dengan digelarnya enam pertandingan di Grup J, K, dan L, pada Minggu (28/06/2026) waktu Indonesia.
Sejumlah statistik menarik terjadi dari total 48 pertandingan di fase grup (total ada 12 grup) yang digelar di 16 kota-kota di Amerika Serikat (11 kota), Meksiko (3), dan Kanada (2).
Berikut 11 statistik yang mengundang perhatian:
92
Mesir akhirnya mengakhiri penantian panjang selama 92 tahun untuk meraih kemenangan pertama mereka di Piala Dunia. The Pharaohs – julukan Timnas Mesir – melakukan debut pada tahun 1934.
Dalam partisipasi keempat dan pertandingan kesembilan Mesir, mereka berhasil mengalahkan Selandia Baru lewat kemenangan comeback berkat gol-gol dari Zico, Mohamed Salah, dan Trezeguet.
Pencapaian Mesir ini melampaui rekor Norwegia, yang tampil perdana pada tahun 1938 dan baru meraih kemenangan pertama 56 tahun kemudian. Sementara, Korea Selatan membutuhkan waktu 48 tahun untuk mencatatkan kemenangan di Piala Dunia. Adapun Peru, Belgia, Belanda, dan Kanada harus menunggu selama 40 tahun.
78
Dick Advocaat yang memimpin Curaçao saat melawan Pantai Gading pada usia 78 tahun 271 hari, menjadi pelatih tertua dalam sejarah Piala Dunia.
Sebelum putaran final ini, rekor tersebut dipegang oleh Otto Rehhagel, yang memimpin Yunani melawan Argentina pada tahun 2010 saat berusia 71 tahun 317 hari.
Rekor Rehhagel itu sempat dipecahkan oleh pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, pada pertandingan pembuka, sebelum kemudian direbut beberapa jam kemudian oleh rekan sejawatnya yang juga berusia 74 tahun, Miroslav Koubek dari Ceko.
Broos dan pelatih Gana, Carlos Queiroz (73 tahun), akan menjadi pelatih tertua yang pernah tampil di fase gugur Piala Dunia.
32
Ousmane Dembele dari Prancis hanya membutuhkan waktu 32 menit saat melawan Norwegia untuk mencetak hat-trick tercepat kedua sejak kick-off dalam sejarah Piala Dunia. Catatan itu 8 menit lebih lambat dari rekor Erich Probst (24 menit) dari Austria saat melawan Cekoslowakia pada tahun 1954.
Lionel Messi (dari Argentina saat melawan Aljazair) dan Jonathan David (dari Kanada saat melawan Qatar) adalah dua pemain lain yang berhasil mencetak tiga gol dalam satu pertandingan di fase grup.
17
Sensasi asal Meksiko, Gilberto Mora, pada usia 17 tahun 240 hari, menjadi pemain termuda keenam yang tampil di Piala Dunia. Pele, Salomon Olembe, Femi Opabunmi, Samuel Eto’o, dan Norman Whiteside berada di belakangnya dalam daftar tersebut.
Sementara, Ibrahim Mbaye (Senegal) serta Kerim Alajbegovic (Bosnia dan Herzegovina) dan Lamine Yamal—yang semuanya berusia 18 tahun—menempati peringkat keempat, kedelapan, dan kesembilan dalam daftar pencetak gol termuda sepanjang sejarah kompetisi ini.
16
Penjaga gawang Eloy Room secara luar biasa melakukan 16 penyelamatan yang menginspirasi Curacao untuk meraih hasil imbang 0-0 yang mengejutkan saat melawan Ekuador.
Jumlah ini menjadi yang terbanyak yang pernah dicatatkan dalam pertandingan berdurasi 90 menit, sekaligus menyamai rekor sepanjang masa yang dipegang oleh Tim Howard saat Amerika Serikat kalah dari Belgia melalui babak perpanjangan waktu babak 16 besar Piala Dunia Brasil 2014.
9
Argentina, Prancis, dan Meksiko menjadi hanya tiga tim yang lolos dari fase grup dengan raihan sempurna, 9 poin. Grup H, yang dimenangi Spanyol dengan tujuh poin, merupakan grup keempat dalam sejarah Piala Dunia saat hanya satu tim yang mampu memenangi pertandingan di fase pertama. Kondisi ini pernah terjadi di Grup A pada Piala Dunia 1982 (Polandia menang 1 laga), Grup F pada 1990 (Inggris, 1), dan Grup B pada 1998 (Italia, 2).
6
Cristiano Ronaldo, megabintang Timnas Portugal bernomor punggung 7, memperpanjang rekornya dengan selalu mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia (2006, 2010, 2014, 2018, 2022, 2026). Lionel Messi menyusul di belakangnya setelah mencetak gol bagi Argentina dalam lima edisi.
Dengan mencetak gol ke gawang Uzbekistan, Ronaldo—yang kini berusia 41 tahun—menjadi pencetak gol tertua kedua dalam sejarah Piala Dunia, di bawah Roger Milla dari Kamerun. Ronaldo kini bergabung dengan Michael Laudrup (Denmark) dan Messi dalam mencatatkan rekor sebagai pencetak gol termuda sekaligus tertua bagi negaranya di ajang Piala Dunia.
6
Jerman melibas Curaçao dengan selisih enam gol untuk mencatatkan kemenangan terbesar di fase penyisihan awal di Grup E. Enam gol Jerman dalam kurun waktu 50 menit—termasuk dua gol dari Kai Havertz—membawa tim asuhan Julian Nagelsmann itu meraih kemenangan 7-1. Selain Die Mannschaft, Kanada juga menang dengan margin enam gol saat menghajar Qatar 6-0 di Grup B.
5
Selama abad 21 ini, hanya ada lima kemenangan besar di Piala Dunia dan Jerman yang terbanyak melakukannya, tiga: Jerman 7-1 Brasil pada 2014, Jerman 7-1 Curacao pada 2026, Portugal 7-0 Korea Utara pada 2010, Spanyol 7-0 Kosta Rika pada 2022, dan Jerman 8-0 Arab Saudi pada 2002.
3
Bruno Guimaraes (Brasil), Alexander Isak (Swedia), dan Michael Olise (Prancis) mencatatkan jumlah assist terbanyak di fase grup, masing-masing 3.
0
Meksiko dan Spanyol menjadi hanya dua tim yang melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026 tanpa kebobolan, setelah masing-masing dikawal terutama oleh Raul Rangel dan Unai Simon.
Bagi La Roja (julukan Timnas Spanyol), ini kali pertama mereka melewati fase grup turnamen tanpa kemasukan. Simon kini telah mencatat 430 menit tanpa kebobolan (clean sheet) di Piala Dunia. Rekor kompetisi ini adalah 517 menit, yang dicetak oleh kiper Italia, Walter Zenga, pada tahun 1990.
Sementara itu, Thibaut Courtois (Prancis) dan Alisson (Brasil) masing-masing menambah jumlah catatan clean sheet mereka menjadi delapan dan tujuh secara keseluruhan. Rekor clean sheet di Piala Dunia adalah 10 pertandingan, yang dipegang bersama oleh Peter Shilton dari Inggris dan Fabien Barthez dari Prancis.
Sumber: TVRInews
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....