Keutamaan Puasa Tarwiyah: Amalan Sunnah Menjelang Idul Adha

  • 15 Jun 2024 09:32 WIB
  •  Takengon

KBRN, Takengon : Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah, salah satunya adalah puasa sunnah pada hari Tarwiyah. Hari Tarwiyah jatuh pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum puasa Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah.

Puasa Tarwiyah memiliki keutamaan besar karena dilakukan pada salah satu dari sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, yang merupakan hari-hari paling istimewa dalam setahun. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada perbuatan yang lebih disukai Allah daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah." (HR. Bukhari).

Meskipun terdapat kontroversi mengenai hadits yang secara spesifik menyebut keutamaan puasa Tarwiyah, beberapa ulama menyatakan bahwa berpuasa pada hari ini dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Sebagai bagian dari sepuluh hari pertama Dzulhijjah, setiap amalan baik pada hari-hari ini memiliki pahala yang dilipatgandakan. Puasa Tarwiyah juga dianggap sebagai persiapan spiritual untuk menyambut puasa Arafah, yang memiliki keutamaan sangat besar. Dengan melaksanakan puasa Tarwiyah, seorang Muslim memperkuat ketahanan fisik dan spiritual untuk menunaikan puasa Arafah pada hari berikutnya.

Niat puasa Tarwiyah merupakan salah satu rukun penting dalam ibadah puasa. Berikut adalah niat yang bisa dibacakan untuk puasa Tarwiyah:

نويتُ صومَ تَرْوِيَة سُنّةً لله تعالى
Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: "Aku niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."


Puasa Tarwiyah dilakukan layaknya puasa lainnya, yaitu dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Umat Muslim disunnahkan untuk makan sahur sebelum berpuasa dan menyegerakan berbuka saat waktu maghrib tiba. Selama berpuasa, hendaknya menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan perbuatan yang tidak baik.

Sahur juga sangat dianjurkan sebelum memulai puasa Tarwiyah, karena sahur adalah keberkahan dan memberikan kekuatan untuk menjalankan puasa. Rasulullah SAW bersabda, "Bersahurlah, karena dalam sahur itu ada keberkahan." (HR. Bukhari dan Muslim).

Berbuka puasa juga dianjurkan untuk disegerakan. Malik bin Amir Abu Athiyyah pernah berkata kepada Aisyah RA: Ada dua orang di antara kami, yang satu menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur, dan yang satunya lagi mengakhirkan berbuka puasa dan menyegerakan makan sahur. Aisyah berkata: Siapa di antara mereka berdua yang menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur? Aku menjawab, 'Abdullah bin Mas'ud'. Ia berkata 'seperti itulah yang dahulu dikerjakan oleh Rasulullah' (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa'i, & Ibnu Majah).

Puasa Tarwiyah merupakan amalan sunnah yang memiliki banyak keutamaan dan manfaat bagi umat Muslim. Selain mendekatkan diri kepada Allah SWT, puasa ini juga menjadi persiapan spiritual sebelum menunaikan puasa Arafah dan merayakan Hari Raya Idul Adha. Semoga kita semua dapat mengambil manfaat dan pahala dari puasa Tarwiyah tahun ini. Aamiin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....