Hari Baik Potong Kuku Menurut Islam
- 18 Apr 2024 10:36 WIB
- Takengon
KBRN, Redelong: Dalam Islam memotong kuku juga memiliki adab dan ketentuannya, terutama dalam hari. Imam Qasim Al Ghazi dalam kitab Hasyiyah Al Baijuri menjelaskan kapan saja waktu terbaik memotong kuku dan saat-saat yang tidak dianjurkan melakukannya dalam Islam.
Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:
وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الْأَظْفَارِ وَنَتْفِ الْإِبِطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لَا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
Artinya: "Diberikan waktu bagi kami untuk mencukur kumis, bulu ketiak, memotong kuku, dan mencukur bulu kemaluan tidak lebih dari 40 hari." (HR Muslim)
Waktu untuk memotong kuku sebaiknya dalam 40 hari. Perhatikan juga hari-hari baik untuk memotong kuku.
Berikut Hari Potong Kuku yang Baik Menurut Ajaran Islam
Hari baik untuk memotong kuku dijelaskan dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri. Dalam kitab karya Ibnu Qasim Al-Ghazi disarankan memotong kuku pada hari berikut:
1. Senin: Memotong kuku di hari Senin mendatangkan keutamaan dalam hidup.
2. Selasa: Memotong kuku di Selasa dapat menyebabkan kebinasaan dan kerusakan.
3. Rabu: Hari Rabu menjadi penyebab buruknya akhlak.
4. Kamis: Memotong kuku pada hari Kamis mengundang kekayaan.
5. Jumat: Hari yang sangat diutamakan untuk memotong kuku.
6. Sabtu: Penyakit tubuh datang juga memotong kuku pada hari Sabtu.
7. Ahad: Hilangnya barokah terjadi ketika seseorang memotong kuku pada hari Ahad (Minggu).
Kendati demikian, berdasarkan beberapa penjelasan tidak ada batasan hari untuk memotong kuku. Tidak ada batasan dalam membersihkan diri dalam Islam.
Hanya saja, umat Islam dianjurkan memotong kuku pada hari Jumat. Menurut ulama Syafi'iah hari Jumat merupakan hari yang baik untuk memotong kuku.
Adapun, menurut sunnah yang dijelaskan kitab Hasyiyatul Jamal yang ditulis Sulaiman Al-Jamal, terdapat 3 hari yang disunahkan untuk memotong kuku, yakni hari Jumat sebelum melaksanakan salat Jumat, Kamis, dan Senin.
وَيُسَنُّ غَسْلُ رُءُوسِ الْأَصَابِعِ بَعْدَ قَصِّ الْأَظْفَارِ لِمَا قِيلَ إنَّ الْحَكَّ بِهِ قَبْلَ الْغُسْلِ يُورِثُ الْبَرَصَ وَالْأَوْلَى فِي قَصِّهَا أَنْ يَكُونَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ الْخَمِيسِ أَوْ الِاثْنَيْنِ
Artinya: “Disunnahkan mencuci ujung-ujung jari setelah dipotong kukunya karena ada yang mengatakan bahwa menggaruk-garuk sebelum dicuci akan menyebabkan penyakit kusta. Yang utama memotong kuku dilakukan pada hari Jumat, Kamis atau Senin.” ( Sulaiman Al-Jamal, Hasyiyatul Jamal, Beirut-Dar al-Fikr, juz III, halaman 361)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....