Tari Saman Sebagai Media Komunikasi dan Seni Islam
- 05 Sep 2023 21:43 WIB
- Takengon
KBRN, Takengon : Mengamati perkembangan dan kemunculan kesenian tradisi ke ranah publik yang diresfon luas oleh berbagai kalangan dan media belakangan ini cukup menarik. Bukan saja ekspresi1 kesenian tradisi dalam kancah regional, nasional tetapi juga internasional dengan eksistensi budaya masing-masing.
Menarik karena hal tersebut berlangsung seakan membentuk semacam tontonan baru atas (hal yang lama) juga melahirkan kegairahan dan spririt bagi daerah dan pelakunya.
Terlebih ketika ekspresi seni mampu menempatkan dirinya sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa, identitas komunitas masyarakat juga sebagai media agar sebuah daerah lebih banyak dikenal, lebih banyak dikunjungi dan lain sebagainya. Mengingat komunikasi dan kesenian memiliki nilai universalitas, yang pada dasarnya juga adalah salah satu potensi yang mempunyai kecenderungan untuk mempengaruhi dan dipengaruhi.
Media Komunikasi
Dapat kita bayangkan bagaimana masyarakat Indonesia tempo dulu, tanpa teknologi komunikasi dimaksud dan tinggal secara terpisah diberbagai tempat dengan kondisi alam saat itu. Dalam kaitan ini tentu ada unsur kebudayaan yang dapat mengumpulkan mereka dalam satu tempat, dalam waktu yang bersamaan dan menyatukan mereka dalam berekspresi.
Kebudayaan, yang difahami sebagai sistem ide atau sistem gagasan yang menjadi acuan bagi tingkah laku dalam kehidupan sosial satu masyarakat mengusung sejumlah nilai. Diantaranya adalah nilai bertaqwa, harga diri, harmoni, tertib, tolong-menolong, musyawarah mufakat, kreativitas, kerja keras, rukun, kebersamaan, hormat dan lain sebagainya. Semua ini adalah acuan yang mendasar, penting bernilai dan luhur, bagi kehidupan masyarakat. Sebuah nilai mungkin juga menjadi acuan dalam lebih dari satu sisi dan lapangan hidup.
Sementara bagi masyarakat (dunia) timur termasuk masyarakat Gayo di dalamnya, eksistensi dan pengaruh media tradisional dalam abad modern ini masih mempunyai peran dan fungsi yang cukup signifikan, bahkan dalam hal-hal tertentu yang juga bersifat tradisional, mereka justru mempunyai kecenderungan lebih menerima. Keseluruhan jenis dan bentuk kesenian dapat menjadi media komunikasi. Baik kesenian yang berbasis tekstual, verbalitas, gerak, objek mati dan objek hidup sampai kepada seni dengan basis tradisional. Mulai dari sastra lisan, teater, drama dan tari, musik, lukisan dan lain sebagainya.
Sebagai Media Dakwah Islam
Beberapa literatur nusantara juga menukilkan dengan jelas bagaimana kesenian tradisional yang mempunyai social interst dalam masyarakatnya dimanfaatkan sebagai media untuk menjembatani pembumian ajaran agama. Dan tentu semua itu berangkat dari sebuah konsep besar bagaimana unsur-unsur dimaksud berangkat dan termaktup dalam ajaran agama Islam. Terlebih Islam membuka diri serta mendorong perkembangan seluruh cabang kesenian selagi sesuai dengan misi amar ma’ruf nahi munkar.
Hal ini berakar pada ayat, hadis dan kenyataan sejarah terutama masa awal pertumbuhan dan masa keemasan Islam, peran kesenian sebagai unsur penting dalam kebudayaan telah memberi warna tersendiri dalam kemajuan peradaban.
Seni merupakan sarana yang memungkinkan seseorang untuk menangkap dan mengapresiasikan keindahan alam sebagai anugerah tak terbatas dari Tuhan dan untuk mengalihkan keindahan itu kepada orang lain dalam rangka pengayaan spiritual.
Tujuannnya adalah sebagai jalan dan sarana untuk mengingatkan sesama manusia, bahwa dibalik keindahan dunia masih ada keindahan lain yang justru lebih indah setelah kehidupan. Hal tersebut hanya dapat dinikmati oleh orang-orang yang menghargai keindahan dan mengabdi kepada yang Maha Indah.
Kegunaan seni terkait langsung dengan manusia yang baginya nilai keindahan adalah suatu demensi kehidupan yang perlu bagi peningkatan harkat dan martabat manusia, membangkitkan rasa keindahan sebagai potensi dalam diri manusia untuk lebih mendekati dan bersyukur kepada yang Maha Indah.
Dalam kaitan ini seni bukan saja telah berperan sebagai media komunikasi sekaligus dakwah antar waktu atau masa, tetapi juga sebagai fakta dan bukti untuk menjelaskan kejadian yang pernah terjadi di masa lampau. Metode dan teknik semacam ini kerap juga dijadikan oleh para sejarawan dan para peneliti untuk mendiskripsikan peradaban dan sistem sosial kehidupan suatu masyarakat pada masa atau pada zaman tertentu.
Sementara itu fungsi kesenian lebih khusus seni Islam menurut Ismail Raji al-Faruqi dibagi kedalam beberapa fungsi. Diantara fungsi tersebut adalah seni Islam berfungsi dan merupakan kongkretisasi upaya estetika bangsa muslim guna menciptakan karya seni yang akan membawa pemirsanya kepada kesadaran terhadap transendensi ilahi.
( sumber : salman yoga, budayawan gayo )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....