Pacuan Kuda Tradisional Gayo, Tradisi Yang Selalu Lestari
- 10 Agt 2023 12:08 WIB
- Takengon
KBRN,Takengon : Kabupaten Aceh Tengah dengan ibukotanya Takengon dikenal dengan berbagai sebutan, diantaranya Negeri Di Atas Awan , Dataran Tinggi Tanoh Gayo Dan Negeri Antara.
Di negeri ini berlangsung pesta rakyat tahunan yang menampilkan atraksi pacuan kuda. Tanpa perlu promosi dan tanpa perlu komando, secara serentak masyarakat yang mendiami dataran tinggi tanoh gayo pada waktu tersebut turun membanjiri kota Takengon untuk menyaksikan pesta rakyat tersebut yang biasanya berlangsung selama sepekan.Acara budaya itu menjadi wadah pesta rakyat Gayo yang menyatukan masyarakat di dataran tinggi Tanoh Gayo, meliputi Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.
Pacuan kuda tradisional Gayo telah ada jauh sebelum penjajah Belanda masuk ke Tanoh Gayo dan kemerdekaan RI. Dahulu, masyarakat menyelenggarakan pacuan kuda untuk menyambut ataupun merayakan masa panen padi yang umumnya antara Agustus dan September. Dan biasanya mereka berkumpul pada sebuah lapangan. dan kuda-kuda yang dipacu itu adalah kuda pembajak sawah. Kegiatan itu pertama kali dilakukan di pinggir Danau Laut Tawar di kawasan Pante Menye, Kecamatan Bintang.Pacu kuda itu, tanpa memiliki fasilitas khusus, seperti perlengkapan joki, dan lintasan pacuan.
Ketika Belanda masuk ke Tanoh Gayo , pemerintah kolonial waktu itu menyelenggarakan pacuan kuda untuk menyambut ataupun merayakan Hari Ulang Tahun Ratu Wilhelmina antara bulan Agustus dan September, sebagai bagian dari pesta kerajaan.
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, konsep mengenai pacuan kuda ini juga berubah.Penyelengaraannya tidak lagi dikaitkan dengan hari ulang tahun Ratu Willhelmina, melainkan bergeser menjadi perayaan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan sebagai refleksi rasa suka cita rakyat Gayo terhadap kemerdekaan itu sendiri.
Kegiatan itu kemudian dipindah dari pinggir Danau Laut Tawar ke lintasan pacuan kuda yang ada di lapangan musara alun dan seterusnya berpindah ke lokasi pacuan kuda yang dibangun oleh pemerintah kabupaten aceh tengah di kawasan pegasing, yaitu di blang bebangka..
Pacuan kuda tradisional Gayo bukan hanya untuk mengejar prestasi. Kegiatan ini juga merupakan pesta rakyat sesungguhnya bagi masyarakat Gayo serta menjadi wadah hiburan dan berkumpul masyarakat Gayo yang berada di Tanoh Gayo maupun yang telah merantau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....