Wilayah Tengah Aceh Nihil Titik Panas, BMKG Tetap Ingatkan Warga Waspada Karhutla
- 08 Jul 2026 09:16 WIB
- Takengon
Poin Utama
- Jumlah titik panas di Aceh menurun signifikan menjadi 73 hotspot dari sebelumnya sekitar 100 berdasarkan pantauan BMKG Aceh.
- Aceh Tengah mencatat kondisi nihil titik panas, sedangkan Aceh Selatan masih menjadi wilayah dengan konsentrasi tertinggi dengan sekitar 20 titik panas.
- BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran saat membersihkan lahan dan segera melaporkan indikasi kebakaran kepada aparat terkait.
RRI.CO.ID, Takengon – Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Aceh menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan. Berdasarkan pantauan terbaru BMKG Aceh, hari ini terdeteksi 73 titik panas, berkurang dari sekitar 100 titik panas pada pemantauan sebelumnya. Kabar menggembirakan juga datang dari Kabupaten Aceh Tengah yang tercatat nihil titik panas, meski masyarakat tetap diminta tidak lengah terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Informasi tersebut disampaikan Prakirawan BMKG Aceh, Dedi Ardana, dalam Program Info Cuaca yang disiarkan pada Rabu, 8 Juli 2026.
Dedi Ardana menjelaskan, sebaran titik panas saat ini masih didominasi Kabupaten Aceh Selatan dengan sekitar 20 titik panas, disusul beberapa wilayah lain seperti Aceh Besar dan Kota Lhokseumawe. Penurunan jumlah hotspot menjadi indikator yang positif, namun belum menghilangkan potensi terjadinya kebakaran apabila masyarakat tidak berhati-hati saat beraktivitas di lahan.
Sementara itu, kondisi cuaca di Aceh pada hari ini diprakirakan cerah hingga cerah berawan tebal sejak pagi dan berlangsung hingga malam hari. Suhu udara berkisar 19–27 derajat Celcius, dengan kelembapan udara 80–95 persen. Angin bertiup dominan dari arah tenggara hingga timur laut dengan kecepatan 5–10 kilometer per jam.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membersihkan lahan. Kondisi cuaca yang cenderung cerah dapat mempercepat penyebaran api apabila pembakaran tidak diawasi atau dilakukan secara sembarangan.
Prakirawan BMKG Aceh, Dedi Ardana, mengimbau masyarakat yang hendak membuka atau membersihkan lahan agar menggunakan cara yang aman tanpa membakar. Selain itu, masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran kepada aparat terkait sehingga dapat segera ditangani sebelum meluas.
Penurunan jumlah titik panas menjadi kabar baik bagi Aceh. Namun, keberhasilan mencegah kebakaran hutan dan lahan tetap membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....