Mendagri Tito Pastikan Rencana Pembangunan Jembatan Baru Enang-Enang
- 08 Jul 2026 07:46 WIB
- Takengon
Poin Utama
- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengunjungi Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Aceh, yang rusak akibat bencana alam 26 November 2025, untuk memastikan dukungan pemerintah pusat.
- Pemerintah merencanakan pembangunan jembatan baru sepanjang 300 meter di Enang-Enang dengan anggaran Rp700 miliar yang dimulai tahun depan dan ditargetkan selesai dalam tiga tahun.
- Kunjungan Tito merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyelesaian proyek rekonstruksi infrastruktur vital yang sempat lumpuh akibat bencana alam.
RRI.CO.ID, Redelong: Hujan deras mengguyur Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, ketika Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menapakkan kaki di Jembatan Enang-Enang.
Tito menyusuri menyapa warga yang menunggu di Bale tempat teduh sederhana. Kehadirannya bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan simbol perhatian pemerintah pusat terhadap infrastruktur vital yang sempat lumpuh akibat bencana alam pada 26 November 2025.
Di lokasi, Tito bertemu masyarakat dan tokoh setempat, termasuk Sahrial Abadi, sosok yang dikenal sebagai pelopor pembukaan jalan Enang-Enang pasca bencana. Sahrial, bersama warga, bergotong royong membuka akses jalan ketika pemerintah belum sempat turun tangan.
| Baca juga: Pemda Diminta Jaga Stabilitas Ekonomi |
Kini, perjuangan mereka mendapat pengakuan langsung dari Mendagri. “Untuk truk belum bisa melintas,” ujar Tito, menegaskan bahwa kondisi tanah di kawasan tersebut masih rawan, meski sementara sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat.
Tito menjelaskan bahwa penguatan struktur akan dilakukan bersama Balai PU. Sementara itu, jalan alternatif di Werlah akan dilebarkan menjadi enam meter dan dibangun dua jembatan dengan anggaran Rp100 miliar tahun ini.
Namun yang lebih besar adalah rencana jangka panjang, pembangunan jembatan baru sepanjang 300 meter di Enang-Enang dengan anggaran Rp700 miliar, dimulai tahun depan dan ditargetkan selesai dalam tiga tahun.
“Jembatan ini akan menjadi ikon tanah Gayo, tapi jembatan lama tidak akan dihilangkan karena memiliki nilai sejarah,” katanya.
Kunjungan Tito bukan inisiatif pribadi semata. Ia menegaskan bahwa kedatangannya merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto melalui Sekretaris Kabinet, yang meminta percepatan penyelesaian proyek tersebut.
Di tengah hujan, Tito menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah bergotong royong memperbaiki akses jalan.
“Ini bukan berarti pemerintah tidak peduli, justru kami datang untuk memastikan dukungan penuh terhadap upaya masyarakat,” tutupnya.
Bagi warga Pintu Rime Gayo, kunjungan itu bukan hanya tentang proyek besar bernilai ratusan miliar rupiah. Lebih dari itu, kehadiran Mendagri di tengah hujan lebat menjadi pengingat bahwa perjuangan mereka tidak berjalan sendiri.
Ada harapan baru bahwa Jembatan Enang-Enang, yang pernah menjadi saksi bisu bencana, kelak akan berdiri megah sebagai ikon kebangkitan tanah Gayo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....